13 Januari 2011 - 20:30

Pimpinan Organisasi Persatuan Ulama-Ulama Islam se Dunia, DR. Yusuf Qhardawi mendapat kiriman surat yang meminta sikap beliau mengenai terbitnya buku, "Syiah di Afrika" yang dinilai berisi propaganda-propaganda negatif terhadap Syiah. Dalam surat tersebut disebutkan, "Sebelum buku tersebut dicetak dan disebarkan, pihak organisasi Persatuan Ulama-Ulama Islam sudah semestinya meneliti isinya terlebih dahulu."

Menurut Kantor Berita ABNA, Pimpinan Organisasi Persatuan Ulama-Ulama Islam se Dunia, DR. Yusuf Qhardawi mendapat kiriman surat yang meminta sikap beliau mengenai terbitnya buku, "Syiah di Afrika" yang dinilai berisi propaganda-propaganda negatif terhadap Syiah. Dalam surat tersebut disebutkan, "Sebelum buku tersebut dicetak dan disebarkan, pihak organisasi Persatuan Ulama-Ulama Islam sudah semestinya meneliti isinya terlebih dahulu."

Buku tersebut juga mendapat tanggapan dari Ayatullah Zadeh Khurasani yang mengatakan, "Siapapun yang menulis buku tersebut, ia belum mengenal dengan baik mengenai Syiah ataupun menulis tanpa melalui penelitian ilmiah yang serius. Apa yang ditulisnya adalah sesuatu yang serampangan dan mengada-ada, dan kemudian menisbahkannya kepada Syiah." "Umat Syiah bukan hanya terdapat dan bermukim di Republik Islam Iran saja, sehingga Syiah tidak selalu identik dengan Iran. Syiah adalah sebuah mazhab dalam Islam yang memiliki teologi, pemikiran dan tradisi-tradisi yang telah berkembang dibanyak Negara, bukan hanya di Iran saja. Syiah tersebar di Arab Saudi, Libia, Emirat, Qatar, Mesir dan beberepa Negara Afrika lainnya." Lanjutnya. 

Ayatullah Zadeh Khurasani menyayangkan terbitnya buku yang dapat merusak upaya persatuan Umat Islam tersebut. Menurut dugaannya, Wahabi berada dibalik penerbitan buku tersebut.