19 Oktober 2010 - 20:30

Ayatullah Al Uzma Sayid Mahmud Hasyimi Syahrudi dalam menjawab beberapa pertanyaan yang dilontarkan pelajar dan utusan Marja dari Kuwait dengan adanya penghinaan ke istri Nabi Saww menyatakan bahwa tindakan penghinaan atas istri Nabi adalah suatu yang diharamkan Allah.

Menurut Kantor Berita ABNA, beliau dalam menjawab pertanyaan terkait penghinaan atas Istri Nabi menyatakan, “Penghinaan dan tindakan kurang beradab terhadap istri-istri Nabi adalah sesuatu yang haram, yang semua firqah dan mazhab dalam Islam juga mengetahui dan mengakui keharamannya."

"Penghinaan atas Istri Nabi dan orang-orang yang dihormati Ahlu Sunnah hanyalah sebuah upaya musuh untuk memecah belah Islam dan untuk merusak persatuan diantara mereka. Kami berterima kasih kepada saudara-saudara ilmuwan dan pemikir dari berbagai firqah Islam yang turut mengecam pelaku perbuatan buruk dan kejadian ini. Ini menunjukkan adanya rasa persatuan yang kuat antara kaum muslimin. Adanya kecaman bersama ini menunjukkan kepada   umat Islam  adanya konspirasi musuh, sehingga mereka tidak berada dibawah segala cengkraman fitnah, perpecahan dan isu-isu murahan yang sengaja disebarkan musuh.”

Pernyataan Ayatullah Hasyimi ini untuk menjawab penghinaan yang dilakukan Yasser al Habib  seseorang  warga Kuwait yang mengklaim diri sebagai ulama Syiah yang ditujukan kepada istri Nabi Saww. Beberapa waktu yang lalu pimpinan tertinggi Iran Ayatullah Khamenei juga mengeluarkan fatwa yang sama untuk menjawab pertanyaan dari para ulama dan pimpinan syiah yang tinggal di Arab saudi atas penghinaan yang ditujukan kepada pribadi Aisyah istri Nabi Saww serta orang-orang yang dihormati pengikut Ahlus Sunnah. Fatwa ini diterima dengan baik oleh ulama syiah dan Ahlu sunnah dari berbagai belahan dunia dan shaikh   Al Azhar sebagai orang terbesar di mata Ahlus Sunnah juga sangat berterimakasih dengan keluarnya fatwa tersebut.  Menurutnya, dengan fatwa ini ia berharap, menjadi modal pendekatan antar mazhab.