10 September 2010 - 19:30

Ketua DPR RI Marzuki Alie dalam seminar “Dunia Tanpa Zionisme” yang diselenggarakan di UIN Syarif Hidayatullah menyatakan, “Sampai di zaman kemajuan seperti saat ini, Israel masih juga menerapkan rasisme dan kolonialisme.”

Menurut Kantor Berita ABNA, bertepatan dengan hari Quds sedunia, Voice Of Palestine (VOP) bekerjasama dan HMI MPO Cabang Jakarta Selatan, sukses mengadakan peringatan Hari Internasional Al Quds di Wisma Syahida UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dalam seminar yang tidak hanya dihadiri oleh dosen dan mahasiswa yang tidak kurang dari 200 ini namun sebagiannya juga dihadiri oleh beberapa diplomat asing yang bermukim di Jakarta dan juga turut dihadiri oleh Ketua DPR RI Marzuki Alie.

Marzuki Alie mengenai nasib Palestina dalam sambutannya di seminar ini mengatakan, “Setiap tragedi yang terjadi di Palestina, bukanlah tragedi yang alami, melainkan tragedi kemanusiaan yang setiap manusia yang memiliki hati nurani wajib untuk memikirkan penyelesainnya.”

“Sampai di zaman kemajuan seperti saat ini, Israel masih juga menerapkan rasisme dan kolonialisme.” tambahnya.

Dalam kesempatan ini, Marzuki mendapatkan penganugerahan Humanitarian Award For Supporting Palistian Right.

Sementara itu Mujtahid Hasyim, Direktur VOP dalam sambutannya berharap semoga momentum peringatan Al-Quds setiap tahunnya dapat menjadi pemicu bagi siapapun khususnya rakyat Indonesia untuk terus berjuang agar Palestina meraih kembali kedaulatannya. “Mari kita berjuang untuk kemerdekaan Palestina, kita telah diamanahkan oleh pendahulu kita dalam sebuah Undang-Undang Dasar  untuk menghapus segala penjajahan di muka bumi”, katanya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Ketua Umum HMI Cabang Jakarta Selatan, Ahmad Muzaki, dia menghimbau kepada seluruh elemen mahasiswa, masyarakat untuk tidak pernah berhenti memberikan doa dan dukungan moril kepada bangsa Palestina. Selain itu hadir sebagai pembicara Musa Kadhim dosen ilmu politik Universitas Paramadina dan jurnalis, Jose Rizal.

Seminar inipun dirangkaikan dengan Musikalisasi puisi oleh Theater Universitas Indonesia, penayangan film dokumenter kekerasan di bumi Palestina, serta soft launching Album “We Are All Palestinians”  oleh beberapa grup band yang turut mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk kembali meraih kemerdekaannya.

Pada kesempatan yang terpisah, seminar serupa dengan tema pembebasan Palestina juga diadakan di Universitas Hasanuddin Makassar. Begitu juga dengan aksi solidaritas di jalan-jalan beberapa kota besar dalam peringatan Hari Quds sedunia.