Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Seminar ilmiah bertajuk “Belajar dari Iran” digelar pada Sabtu, 22 Agustus 2026, di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, Indonesia.
Kegiatan ini diselenggarakan bertepatan dengan peringatan 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia serta peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1448 Hijriah. Acara mengusung tema “Merawat Api Kemerdekaan 100%” dan akan membahas pengalaman Republik Islam Iran dalam menjaga kemerdekaan, identitas nasional dan keagamaan, serta ketahanannya dalam menghadapi tekanan dari luar.
Dr. Yahya Jahangiri, Atase Kebudayaan Republik Islam Iran di Indonesia, akan menjadi salah satu pembicara bersama sejumlah akademisi, intelektual, serta tokoh sosial dan pemikir Indonesia.
Pembicara lainnya antara lain Prof. Khalid al-Walid, dosen Filsafat Islam Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (UIN Jakarta), Gus Heri Hariyanto Azumi, salah satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU), serta KH Abdul Hakim Dubbun, intelektual Muslim Indonesia.
Melalui pendekatan komparatif, penyelenggara akan mendiskusikan pengalaman Iran dan Indonesia terkait sejumlah isu seperti kemerdekaan, identitas, perlawanan, kebudayaan, dan peran agama dalam menjaga aset serta kepentingan nasional.
Pemilihan tema “Belajar dari Iran” juga mencerminkan perhatian kalangan intelektual dan budaya Indonesia terhadap pengalaman Republik Islam Iran dalam mempertahankan kemerdekaan politik dan budaya, serta menjaga keberlanjutan identitas keagamaan di tengah berbagai perubahan kontemporer.
Acara ini akan dimulai pukul 19.00 di Gerak Gerik Cafe & Book Store, Ciputat, Tangerang Selatan. Kegiatan diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Jakarta dengan dukungan penyelenggaraan dari Mandala Project.
“Empat Musim Mengasuh Waktu” Diluncurkan di Jakarta; Atase Kebudayaan Iran Hadir sebagai Pembicara Khusus
Pada hari yang sama, Jakarta juga akan menjadi tuan rumah sebuah acara sastra yang berfokus pada karya puisi perempuan Indonesia. Dr. Yahya Jahangiri dijadwalkan hadir sebagai tamu khusus dalam kegiatan tersebut.
Peluncuran sekaligus diskusi dan bedah buku kumpulan puisi “Empat Musim Mengasuh Waktu”, karya sejumlah penyair perempuan Indonesia, akan digelar pada Sabtu, 22 Agustus 2026, di Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, kompleks kebudayaan Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Acara ini diselenggarakan bekerja sama dengan Perpustakaan Jakarta, Bukunesia, dan Podium Perempuan Penyair Indonesia. Atase Kebudayaan Republik Islam Iran di Indonesia juga dijadwalkan menyampaikan sambutan dan pemikiran dalam kegiatan tersebut.
Buku “Empat Musim Mengasuh Waktu” merupakan kumpulan puisi karya penyair perempuan Indonesia yang memuat karya-karya Helvy Tiana Rosa, D. Kemalawati, Fatin Hamama R. Syam, dan Devie Komala Syahni.
Karya tersebut diterbitkan dalam rangkaian aktivitas Podium Perempuan Penyair Indonesia dan merefleksikan pengalaman, emosi, serta pandangan sastra para penyair perempuan Indonesia tentang manusia, kehidupan, waktu, dan masyarakat.
Dalam sesi diskusi khusus, Dr. Ganjar Harimansyah, Dr. Yundini Husni Djamaluddin, dan D. Kemalawati akan tampil sebagai pembicara, sementara Fatin Hamama akan bertindak sebagai moderator.
Selain itu, akan digelar sesi khusus pembacaan puisi yang menghadirkan anggota Podium Perempuan Penyair Indonesia, serta Fauzi Afriansyah dan Ayu Puspa Nanda. Sejumlah agenda deklamasi dan pertunjukan sastra juga telah dipersiapkan.
Kehadiran Atase Kebudayaan Iran dalam acara sastra ini merupakan bagian dari kelanjutan interaksi budaya dan sastra antara Iran dan Indonesia, dengan tujuan memperluas hubungan antarpelaku sastra, penulis, penyair, dan lembaga-lembaga kebudayaan kedua negara.
Interaksi tersebut diharapkan dapat memperkenalkan lebih luas potensi puisi dan sastra Persia di Indonesia serta membuka peluang bagi terbentuknya kerja sama bersama antara komunitas sastra Iran dan Indonesia.
Acara akan berlangsung pukul 13.00 hingga 17.00 WIB di Balai Sastra HB Jassin, lantai empat Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, kompleks Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Komentar Anda