Dilansir kantor berita Abna, wartawan Al-Mayadeen di Amerika Serikat melaporkan bahwa kekurangan rudal untuk sistem pertahanan udara AS merupakan faktor mendasar dalam keputusan Trump untuk menunda serangan terhadap Iran dan kemunduran kembali dirinya terhadap negara tersebut.
Wartawan jaringan Al-Mayadeen menegaskan bahwa tindakan ini dilakukan setelah upaya J.D. Vance, wakil presiden Trump, dan ketua Kepala Staf Gabungan Angkatan Darat AS untuk membujuk Trump agar mengurungkan niatnya.
Beberapa jam lalu, Donald Trump, Presiden AS, dengan mundur kembali dari serangan yang diklaim terhadap Iran, mengklaim bahwa ia telah menyetujui pembatalan serangan terhadap Iran.
Pernyataan Trump disampaikan beberapa jam setelah portal berita Axios mengklaim bahwa Mohammed bin Salman, putra mahkota Arab Saudi, dalam percakapan telepon dengan presiden AS, menyatakan kekhawatiran mengenai rencana Washington untuk melancarkan serangan besar-besaran baru terhadap Iran.
Axios melaporkan mengutip sumber yang mengetahui percakapan telepon ini, bahwa bin Salman meminta Trump untuk menghindari eskalasi ketegangan dan mengesampingkan serangan besar-besaran terhadap Iran.
Hal ini terjadi di saat kemarin Fox News mengutip perkiraan "Pusat Studi Strategis dan Internasional" mengakui bahwa cadangan rudal pencegat THAAD AS telah menurun dari 452 unit sebelum perang menjadi kurang dari 278 unit.
Berdasarkan laporan ini, cadangan rudal pencegat Patriot AS juga menurun dari sekitar 2300 unit sebelum perang menjadi kurang dari 827 unit.
Komentar Anda