Menurut laporan kantor berita Abna dengan mengutip sumber-sumber Palestina, surat kabar Ibrani Maariv dalam sebuah laporan mengakui: penarikan mundur pasukan Amerika dari Kuwait akibat serangan Iran, dianggap sebagai kemenangan bersejarah bagi Teheran.
Di bagian lain dari laporan Maariv disebutkan: penarikan mundur pasukan Amerika dari Kuwait adalah pendahuluan bagi keluarnya militer Amerika dari pangkalan-pangkalan mereka di kawasan tersebut, yang merupakan salah satu syarat Teheran untuk menguasai kawasan Teluk Persia.
Surat kabar "Wall Street Journal" baru-baru ini melaporkan dengan mengutip pejabat Amerika bahwa Amerika Serikat sedang meninjau ulang tingkat dan cakupan kehadiran militernya di Kuwait.
Menurut laporan surat kabar Amerika ini, Pentagon telah mengkaji masalah pengurangan pasukan Amerika di Kuwait sebelum dimulainya perang dengan Iran, tetapi setelah serangan Iran ke pangkalan-pangkalan Amerika, mereka membatasi kehadiran militer Washington di negara tersebut dengan tujuan mengurangi risiko dan kerentanan pasukan Amerika.
Komentar Anda