26 Juli 2026 - 20:55
Dimensi Baru Krisis Kemanusiaan di Yaman di Bawah Tekanan Blokade; Ratusan Ribu Pasien Kronis dan Kanker Menunggu Obat

Wakil Ketua Dewan Tinggi Obat di Yaman, dengan menjelaskan dimensi krisis obat di negara tersebut, mengumumkan bahwa berlanjutnya blokade dan pembatasan yang diberlakukan terhadap pelabuhan, bandara, serta jalur pemindahan barang telah menyebabkan kekurangan obat secara luas dan memperparah penderitaan para pasien. Akibatnya, lebih dari 1.600 jenis obat mengalami kekurangan, dan sedikitnya 170 ribu pasien penderita penyakit kronis dan kanker terdampak oleh kondisi ini.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait — ABNA — Abdullah al-Sharif, Wakil Ketua Dewan Tinggi Obat di Yaman, dalam wawancara dengan jaringan al-Masirah, menyatakan bahwa sektor obat negara tersebut sedang menghadapi krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ia mengatakan bahwa berlanjutnya blokade telah menghadirkan tantangan serius bagi proses impor, produksi dalam negeri, dan rantai pasok obat.

Ia menegaskan bahwa pembatasan terhadap pelabuhan, bandara, dan transaksi keuangan merupakan hambatan utama dalam upaya penyediaan obat secara berkelanjutan bagi para pasien.

Menurut pejabat Yaman ini, lebih dari 1.600 jenis obat di pasar Yaman mengalami kekurangan. Dari jumlah tersebut, lebih dari 550 jenis termasuk obat-obatan vital dan penyelamat nyawa. Selain itu, aktivitas lebih dari 83 perusahaan dan pemasok obat, yang sebelumnya memasok sekitar 1.300 jenis obat ke pasar, turut terdampak oleh kondisi akibat blokade.

Al-Sharif menambahkan bahwa harga sebagian obat dalam beberapa tahun terakhir meningkat antara 100 hingga 200 persen. Hal ini disebabkan oleh gangguan pada rantai pasok, kenaikan biaya asuransi dan transportasi, serta keterlambatan panjang dalam masuknya kiriman obat.

Ia juga mengabarkan bahwa ratusan kiriman obat dan bahan baku masih tertahan di Djibouti. Menurutnya, sebagian kiriman, akibat pembatasan yang ada, harus menunggu antara tiga hingga empat bulan, bahkan kadang lebih lama, sebelum dapat dikirim ke Yaman.

Menurutnya, penutupan Bandara Sana’a dan pembatasan terhadap Pelabuhan al-Hudaydah juga memperumit masuknya obat-obatan yang membutuhkan pengangkutan dengan sistem rantai dingin.

Wakil Ketua Dewan Tinggi Obat di Yaman, dengan merujuk pada dampak kemanusiaan dari krisis ini, mengumumkan bahwa lebih dari 170 ribu pasien penderita penyakit kronis dan kanker secara langsung terdampak oleh keterlambatan masuknya obat-obatan. Selain itu, sekitar 40 ribu pasien penderita talasemia dan hemofilia juga menghadapi masalah serius akibat tidak memperoleh akses tepat waktu terhadap obat-obatan yang mereka butuhkan.

Al-Sharif menyatakan bahwa industri farmasi Yaman juga mengalami kerugian luas dalam beberapa tahun terakhir. Ia mengatakan dua pabrik obat secara langsung menjadi sasaran serangan, sementara persoalan pasokan bahan baku dan transportasi telah menurunkan investasi di sektor ini.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa porsi produksi dalam negeri dalam penyediaan obat-obatan dasar meningkat dari 15 persen pada tahun 2019 menjadi sekitar 30 persen dalam kondisi saat ini. Ia juga menyebutkan bahwa sejumlah program untuk mengembangkan kapasitas ini lebih jauh sedang dijalankan.

Al-Sharif meminta organisasi-organisasi internasional untuk mengambil langkah guna menciptakan jalur aman bagi pengiriman obat dan peralatan medis, serta menyediakan landasan bagi pencabutan blokade dan kemudahan akses rakyat Yaman terhadap obat-obatan.

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha