Kantor Berita Internasional Ahlulbait — ABNA — Jasmine Crockett, anggota Kongres Amerika Serikat dari Partai Demokrat, dalam wawancara dengan jaringan Amerika “CNN”, mengkritik keras kebijakan luar negeri pemerintah Amerika dan menyebut Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri rezim Zionis, sebagai “versi Trump yang lebih pintar”.
Dalam wawancara tersebut, Crockett mengatakan: “Saya tidak pernah menjadi pendukung Netanyahu. Netanyahu itu seperti versi Trump yang lebih pintar. Sayangnya, ia menemukan orang bodoh yang tepat di Gedung Putih untuk mengikuti jalannya. Dan karena itulah kita terlibat dalam perang yang ilegal dan tidak sah.”
Anggota Kongres dari Partai Demokrat itu menegaskan bahwa persoalannya adalah dengan Perdana Menteri rezim Israel. Ia menyatakan: “Saya selalu memiliki masalah dengan Netanyahu dan tindakan-tindakannya yang melanggar hukum.”
Ia memperingatkan bahwa akibat keselarasan pemikiran antara Trump dan Netanyahu, Amerika telah terseret ke dalam perang yang ilegal dan tidak sah.
Crockett kemudian menyinggung memburuknya kondisi Gaza dan mengatakan: “Rakyat Gaza berada dalam keadaan yang lebih buruk karena Donald Trump berada di Gedung Putih.”
Ia menambahkan bahwa dirinya tidak dapat sekadar menjadi pemilih yang hanya berfokus pada satu isu, karena persoalan-persoalan internasional memiliki kompleksitas yang sangat besar.
Pernyataan ini disampaikan ketika biaya militer dan penentuan prioritas kebijakan dalam negeri Amerika telah menjadi salah satu isu utama dalam persaingan politik menjelang pemilu sela Kongres.
Crockett, dengan menyinggung biaya-biaya tidak perlu yang dikeluarkan pemerintahan Trump untuk Israel, mengatakan: “Saya tidak ingin rakyat yang saat ini sedang berada di bawah tekanan, terutama ketika kita sedang mendekati pemilu sela yang penting, melihat Partai Demokrat lalu berkata: ‘Kalian tahu apa? Kami tidak mampu membeli bensin. Kami tidak mampu membeli makanan. Tetapi kalian masih mengirim uang ke tempat lain.’”
Komentar Anda