Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Hari ini, kemungkinan terjadinya perang militer tradisional dan konvensional terhadap negara kita sangat-sangat kecil. Akan tetapi, jihad tetap ada. Jihad adalah sesuatu yang lain. Jihad tidak hanya berarti qital, tidak hanya berarti perang militer. Jihad memiliki makna yang jauh lebih luas.
Di antara berbagai bentuk jihad, ada satu jihad yang oleh Allah Swt. dalam Al-Qur’an disebut sebagai “Jihad Kabir”:
وَ جٰهِدهُم بِه جِهادًا کَبیرًا
Ayat ini terdapat dalam Surah al-Furqan. Kata “بِه” berarti “dengan Al-Qur’an”. Maka “جٰهِدهُم بِه” berarti: berjihadlah melawan mereka dengan Al-Qur’an; جِهادًا کَبیرًا — jihad yang besar.
Ayat ini turun di Makkah. Perhatikan baik-baik, wahai para pemuda yang saya cintai! Di Makkah, perang militer belum menjadi persoalan. Nabi dan kaum Muslimin belum diperintahkan untuk berperang secara militer. Apa yang mereka lakukan adalah pekerjaan lain. Pekerjaan lain itulah yang disebut Allah Swt. dalam ayat mulia ini:
وَ جٰهِدهُم بِه جِهادًا کَبیرًا
Apa pekerjaan lain itu? Pekerjaan lain itu adalah berdiri teguh, melakukan perlawanan, dan tidak mengikuti musuh.
فَلا تُطِعِ الکٰفِرینَ وَ جٰهِدهُم بِه جِهادًا کَبیرًا
Jangan menaati orang-orang kafir. Tidak menaati kaum kafir itulah yang oleh Allah Swt. disebut sebagai Jihad Kabir.
Pembagian ini berbeda dengan pembagian Jihad Akbar dan Jihad Asghar. Jihad Akbar, yang paling berat dari semuanya, adalah jihad melawan hawa nafsu; itulah yang menjaga identitas kita dan batin kita. Jihad Asghar adalah perjuangan melawan musuh. Namun, di antara bentuk Jihad Asghar, ada satu jihad yang oleh Allah Swt. disebut sebagai “Jihad Kabir”, yaitu hal ini.
Apa arti “Jihad Kabir”? Artinya adalah tidak menaati musuh, tidak menaati orang kafir; jangan mengikuti lawan yang berada di medan pertarungan melawanmu.
Apa arti menaati? Artinya mengikuti. Maka jangan mengikuti mereka.
Tidak mengikuti dalam bidang apa? Dalam berbagai medan: tidak mengikuti dalam bidang politik, dalam bidang ekonomi, dalam bidang kebudayaan, dalam bidang seni. Dalam berbagai medan, jangan mengikuti musuh. Inilah yang disebut “Jihad Kabir”.
Tidak mengikuti musuh ini begitu penting, sampai Allah Swt. berkali-kali menasihati Nabi-Nya tentang hal tersebut. Ayat pertama Surah al-Ahzab yang sangat menggugah:
بِسمِاللهِالرَّحمنِالرَّحیم
یٰاَیُّهَا النَّبِیُّ اتَّقِ اللهَ وَ لا تُطِعِ الکٰفِرینَ
Allah berfirman: “Bertakwalah kepada Allah dan jangan menaati orang-orang kafir.”
Wahai Nabi! Bertakwalah kepada Allah dan jangan mengikuti orang-orang kafir.
اِنَّ اللهَ کانَ عَلیمًا حکیمًا
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.
Kami mengetahui kesulitanmu. Kami mengetahui tekanan-tekanan yang mereka berikan kepadamu agar engkau mengikuti mereka. Mereka mengancam, mereka memberi iming-iming. Tetapi engkau harus menjaga perintah dan larangan Ilahi. اِتَّقِ اللهَ — bertakwalah kepada Allah, jagalah dirimu.
وَ لا تُطِعِ الکٰفِرینَ
Jangan menaati orang-orang kafir.
Tidak menaati orang-orang kafir inilah perkara besar dan penting yang Allah Swt. sampaikan kepada Nabi-Nya dengan nada seperti ini.
Baik, jangan menaati orang-orang kafir. Lalu apa yang harus dilakukan?
وَ اتَّبِع ما یوحی اِلَیکَ مِن رَبِّکَ اِنَّ اللهَ کانَ بِما تَعمَلونَ خَبیرًا
Allah berfirman:
یٰاَیُّهَا النَّبِیُّ اتَّقِ اللهَ وَ لا تُطِعِ الکفِرینَ و المُنافِقینَ اِنَّ اللهَ کانَ عَلیمًا حکیمًا
وَ اتَّبِع ما یوحی اِلَیکَ مِن رَبِّکَ اِنَّ اللهَ کانَ بِما تَعمَلونَ خَبیرا
Jangan mengikuti mereka. Engkau memiliki program. Engkau memiliki program kerja dan program kehidupan. Wahyu Ilahi tidak meninggalkanmu sendirian. Al-Qur’an ada di tanganmu. Islam ada di tanganmu. Program Islam ada di tanganmu. Ikutilah jalan ini.
Perhatikan, semua ini adalah ayat-ayat awal Surah al-Ahzab, yang datang berturut-turut. Pertama:
اِتَّقِ اللهَ وَ لا تُطِعِ الکفِرینَ وَ المُنافِقین
Bertakwalah kepada Allah dan jangan menaati orang-orang kafir serta orang-orang munafik.
Kemudian:
وَ اتَّبِع ما یوحی اِلَیکَ مِن رَبِّک
Ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu dari Tuhanmu.
Setelah itu, datang jawaban atas pertanyaan ini: baik, ada bahaya, mereka memberikan tekanan. Maka:
وَ تَوَکَّل عَلَی اللهِ وَ کَفی بِاللهِ وَکیلا
Bersandarlah kepada Allah dalam menghadapi semua tekanan ini. Bersandarlah kepada Allah.
Makna tawakal bukanlah meninggalkan pekerjaan lalu duduk menunggu sampai Allah datang menggantikan kita melakukan pekerjaan itu. Bukan demikian. Tawakal adalah engkau bergerak, mencurahkan keringat, berusaha, lalu yakin bahwa Allah Swt. akan menolongmu. Hari ini, inilah persoalan Republik Islam.
[Pernyataan Pemimpin Syahid Revolusi, 3 Khordad 1395 HS]
Sumber ayat:
1. Surah al-Furqan ayat 52
فَلا تُطِعِ الکافِرینَ وَجاهِدهُم بِهِ جِهادًا کَبیرًا
Terjemahan:
Maka janganlah engkau menaati orang-orang kafir, dan berjihadlah melawan mereka dengannya, yakni dengan Al-Qur’an, dengan jihad yang besar.
2. Surah al-Ahzab ayat 1
بِسمِ اللَّهِ الرَّحمٰنِ الرَّحیمِ
یا أَیُّهَا النَّبِیُّ اتَّقِ اللَّهَ وَلا تُطِعِ الکافِرینَ وَالمُنافِقینَ ۗ إِنَّ اللَّهَ کانَ عَلیمًا حَکیمًا
Terjemahan:
Wahai Nabi! Bertakwalah kepada Allah dan jangan menaati orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.
3. Surah al-Ahzab ayat 2
وَاتَّبِع ما یوحیٰ إِلَیکَ مِن رَبِّکَ ۚ إِنَّ اللَّهَ کانَ بِما تَعمَلونَ خَبیرًا
Terjemahan:
Dan ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu dari Tuhanmu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
4. Surah al-Ahzab ayat 3
وَتَوَکَّل عَلَی اللَّهِ ۚ وَکَفیٰ بِاللَّهِ وَکیلًا
Terjemahan:
Dan bertawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah sebagai Pelindung dan Penolong.
Komentar Anda