Kantor Berita Internasional Ahlulbait – ABNA – Ketua Dewan Penentu Kemaslahatan Sistem menyampaikan seruan tersebut melalui sebuah pesan resmi. Berikut isi pesan Ayatullah Sadeq Amoli Larijani: "Kepada rakyat Iran yang beriman, revolusioner, dan bermartabat; kepada bangsa-bangsa Islam; serta para pencinta kebebasan di seluruh dunia.
Kini, ketika umat Islam tengah berduka atas kepergian Pemimpin Syahid, Ayatullah al-Udzma Khamenei, kehadiran dalam upacara penghormatan terakhir kepada mujahid agung tersebut bukan sekadar mengantarkan jenazah seorang pemimpin Ilahi. Peristiwa ini merupakan perwujudan keimanan, kesetiaan, dan tekad suatu bangsa yang selama bertahun-tahun telah menempuh jalan kemuliaan, kemerdekaan, dan perlawanan di bawah bimbingan beliau.
Upacara yang agung ini adalah simbol kekuatan Iran dalam menghadapi front yang mereka sebut sebagai istikbar (kekuatan arogan), sekaligus pertanda bahwa jalan kebenaran, keadilan, dan keteguhan akan terus berlanjut. Kehadiran masyarakat secara besar-besaran dan penuh kesadaran menyampaikan pesan yang jelas kepada dunia bahwa jalan wilayah (kepemimpinan) dan jihad akan tetap diteruskan.
Peristiwa bersejarah ini merupakan kesempatan untuk memperbarui ikrar setia kepada cita-cita Revolusi Islam serta mengungkapkan penghargaan atas puluhan tahun perjuangan, kesabaran, pengorbanan, dan kepemimpinan yang bijaksana dari hamba Allah yang saleh tersebut. Beliau mengabdikan seluruh hidupnya demi Islam, Revolusi, dan kemuliaan umat Islam, serta meninggalkan warisan abadi berupa keimanan, perlawanan, dan harapan bagi generasi-generasi mendatang.
Salah satu ciri paling menonjol dari pemimpin pejuang tersebut adalah pembelaannya yang terus-menerus dan tanpa henti terhadap kaum tertindas dan mereka yang dizalimi di seluruh dunia. Beliau senantiasa menjadi suara bagi bangsa-bangsa yang tertindas, pembela hak-hak kaum lemah, dan pendukung bangsa-bangsa yang berdiri melawan kezaliman, pendudukan, dan apa yang mereka sebut sebagai kekuatan arogan. Dukungan beliau terhadap cita-cita keadilan, martabat manusia, dan pembelaan terhadap bangsa-bangsa yang tertindas merupakan warisan pemikiran dan perjalanan hidup yang akan tetap dikenang oleh umat Islam dan para pencinta kebebasan di seluruh dunia.
Saya mengajak seluruh rakyat Republik Islam Iran yang terhormat, seluruh bangsa Muslim, dan para pencinta kebebasan di dunia agar menghadiri upacara ini secara luas dan khidmat. Dengan mengantarkan Pemimpin Syahid Revolusi ke tempat peristirahatan terakhir, marilah kita sekali lagi menegaskan kesetiaan kepada Islam, Revolusi, dan Republik Islam. Kebersamaan ini akan menjadi wujud persatuan dan solidaritas nasional dalam menapaki masa depan negara."
Your Comment