Kantor Berita Internasional Ahlulbait – ABNA – Di tengah berlangsungnya perundingan antara Iran dan Amerika Serikat di Swiss, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengulangi ancaman-ancaman kosongnya.
Dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengklaim bahwa Amerika Serikat dapat menjadi “malaikat penjaga” Selat Hormuz dan mengambil 20 persen minyak dari kawasan tersebut untuk dirinya.
Trump juga menyatakan: “Jika terpaksa, mungkin kami akan mengambil alih selat itu.”
Presiden Amerika Serikat kembali mengulang ancamannya terhadap Iran dengan mengatakan: “Saya akan meratakan mereka dengan tanah.”
Dalam wawancara tersebut, Trump mengklaim bahwa ia telah menyampaikan kepada pihak Iran: “Jika kalian menutup Selat Hormuz, kalian tidak akan memiliki negara. Bahkan kalian tidak akan bisa kembali ke negara kalian sendiri.”
Trump juga kembali menyinggung gagasan pemungutan biaya dari Selat Hormuz dan menyatakan: “Jika mereka tidak membuat kesepakatan, kami akan memungut biaya.”
Menurut Fox News, menanggapi pernyataan Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengenai hak Iran untuk melakukan pengayaan uranium, Trump berkata kepada Pezeshkian: “Dia sebaiknya berhati-hati dengan ucapannya. Dia sebaiknya membereskan keadaan, kalau tidak kami akan mengambil alih sisa negara mereka.”
Perlu dicatat bahwa Republik Islam Iran, dengan bersandar pada kehendak baja rakyatnya dan kekuatan deterensinya, selama empat dekade terakhir berulang kali membuktikan bahwa ancaman kosong dan retorika arogan Amerika tidak berpengaruh terhadap tekad kuatnya dalam membela hak-hak sah dan keamanan nasionalnya.
Pengalaman perang terbaru dan kemenangan tegas Iran atas koalisi militer terbesar dunia menjadi bukti jelas bahwa era unilateralisme dan perundungan telah berakhir. Iran Islam berdiri dengan penuh kekuatan menghadapi segala bentuk tuntutan berlebihan dan arogansi.
Your Comment