Kantor Berita Internasiona Ahlulbait – ABNA – Pemerintah Provinsi Punjab, Pakistan, melalui sebuah pemberitahuan resmi, mengumumkan larangan ceramah bagi Allamah Muhammad Amin Shahidi, salah seorang ulama Syiah dan Ketua Ummat-e-Wahida Pakistan, di seluruh wilayah provinsi tersebut selama 15 hari.
Berdasarkan pengumuman Kementerian Dalam Negeri Punjab, ia tidak diizinkan menyampaikan ceramah dalam majelis-majelis duka, termasuk di Islamabad dan seluruh Punjab. Padahal, saat itu Shahidi sedang menyampaikan ceramah dalam tiga majelis Muharam di kota Multan.
Tindakan Pemerintah Punjab ini mendapat kritik luas dari berbagai kalangan masyarakat. Disebutkan bahwa pemerintah lokal Multan juga telah menyampaikan instruksi Kementerian Dalam Negeri tersebut kepadanya.
Di sisi lain, Sayyid Hamzah Sabzwari, Juru Bicara Organisasi Mahasiswa Imamiyah Pakistan, menyebut keputusan ini sebagai tindakan memalukan dan menuntut agar larangan tersebut segera dicabut.
Ia menegaskan bahwa hari-hari duka Muharam merupakan kesempatan terbaik untuk menyampaikan pesan Imam Husain (AS) dan memperkenalkan Islam sejati kepada umat Islam. Membatasi tokoh-tokoh Syiah yang berpengaruh pada hari-hari ini, menurutnya, sejalan dengan keinginan kelompok-kelompok takfiri dan anti-keamanan, serta dapat mengganggu stabilitas dan keamanan negara.
Juru bicara Organisasi Mahasiswa Imamiyah itu juga memperingatkan bahwa jika larangan tersebut tidak dicabut, aksi protes akan terus berlanjut dari seluruh mimbar dan majelis.
Your Comment