Kantor Berita Internasional Ahlulbait – ABNA – Yair Lapid, pemimpin oposisi rezim Zionis, dalam pidatonya di parlemen rezim tersebut (Knesset), menyatakan bahwa Benjamin Netanyahu telah menjanjikan kejatuhan Republik Islam Iran kepada Amerika guna mendorong mereka terlibat dalam perang.
Lapid mengatakan: “Seperti kebanyakan warga Israel, saya mendukung perang melawan Iran. Namun mendukung cara perang itu dikelola adalah sesuatu yang mustahil.”
Mantan perdana menteri rezim Zionis itu, sembari mengecam kinerja Netanyahu dalam perang melawan Iran dan ketegangan terbaru dengan Amerika Serikat, berkata: “Netanyahu menjanjikan kepada kita sebuah kemenangan bersejarah.”
Ia melanjutkan: “Namun yang terjadi justru sebaliknya. Kita mengalami krisis dengan Amerika. Selat Hormuz kembali terbuka bagi Iran. Dana mengalir ke Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Rudal-rudal balistik diarahkan ke Israel. Hizbullah masih tetap menjadi bagian dari persamaan kawasan.”
Lapid kembali menegaskan dukungannya terhadap perang yang dilancarkan rezim Zionis terhadap Iran, tetapi mengklaim bahwa Netanyahu bahkan gagal menjalankan tugas diplomatik paling sederhana, yaitu meyakinkan dunia bahwa Israel sebagai sebuah demokrasi sedang membela diri dari sebuah kediktatoran Islam yang keras, radikal, anti-Yahudi, dan yang menurutnya mempersenjatai organisasi-organisasi yang mereka sebut teroris di seluruh Timur Tengah.
Pemimpin oposisi rezim Zionis itu juga dalam pidatonya mengakui secara langsung peran Netanyahu dalam mendorong keterlibatan Amerika Serikat dalam perang melawan Iran.
Lapid menyatakan: “Bagaimana mungkin Anda bahkan gagal menjelaskan perang ini kepada dunia? Netanyahu menjual sebuah skenario kepada Amerika yang mengatakan bahwa rezim Iran akan runtuh.”
Ia menambahkan: “Dia tidak menjelaskan risiko-risikonya kepada mereka; tidak menjelaskan dampaknya terhadap pasar energi, tidak menjelaskan persoalan Selat Hormuz, tidak menjelaskan Lebanon, dan yang lebih penting lagi, tidak menjelaskan fakta bahwa sebenarnya dia sendiri tidak tahu bagaimana cara menjatuhkan rezim Iran. Dan ketika skenario itu tidak terwujud, dia kehilangan kepercayaan mereka (Amerika Serikat) di tengah berlangsungnya perang.”
Your Comment