2 Januari 2021 - 04:48
Peringatan Haul Syahid Soleimani Dimulai di Tehran

Peringatan haul pertama syahid Qasem Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis dimulai di Universitas Tehran, Iran pada Jumat (1/1/2021) pagi.

Menurut Kantor Berita ABNA, Acara ini dihadiri oleh komandan Pasukan Quds, para petinggi Korps Garda Revolusi Islam serta sejumlah pejabat negara dan militer Iran. Peringatan ini dilaksanakan tanpa melibatkan masyarakat luas karena situasi pandemi virus Corona.

Sejumlah pejabat dari luar negeri dan keluarga syuhada juga menghadiri acara tersebut.

Komandan Pasukan Quds, Brigjen Esmail Qaani dalam sambutannya, mengatakan syahid Soleimani adalah kesatria lapangan poros perlawanan, tetapi ia memulai perlawanan dari dalam dirinya.

“Syahid Soleimani adalah pahlawan bangsa Iran, juga pahlawan umat Islam, dan pahlawan penghancur kekuatan arogan,” tegasnya.

Brigjen Qaani menuturkan bahwa kita telah banyak mendengar tentang kepemimpinan syahid Soleimani di lapangan, tetapi salah satu karakteristiknya yang paling unggul adalah logikanya yang kuat.

“Di semua medan yang ia datangi, dia masuk dengan logika, tetapi ketika pihak lawan tidak memahami logika, dia akan berbicara kepada mereka dengan bahasa lain,” ungkapnya.

Brigjen Qaani mencatat bahwa musuh mengejar pembunuhan para komandan kubu perlawanan selama 30 tahun terakhir.

"Pria bodoh ini (Donald Trump) adalah orang yang paling keji dan paling jahat di dunia, yang tidak memegang prinsip apapun dalam pikirannya. Dengan hasutan rezim Zionis dan Arab Saudi, ia melakukan kejahatan keji yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan belum pernah terjadi terhadap pejabat politik dan militer manapun di era ini," tambahnya.

Brigjen Qaani memperingatkan para pejabat AS bahwa mereka yang terlibat dalam kejahatan ini perlu tahu bahwa mereka telah melakukan sesuatu yang mengundang kesiapan setiap orang di seluruh dunia untuk menghukum para pengecut ini.

"Dengan kejahatan yang kalian lakukan, yakinlah bahkan dari dalam rumah kalian sendiri, akan muncul orang-orang yang akan melakukan pembalasan ini," tegasnya.

Di bagian lain, Brigjen Qaani mengatakan militer rezim Zionis mulai ketakutan di perbatasan Palestina dan Lebanon.

"Suriah berdiri teguh dan sekarang hampir semua bagian negara itu telah dibebaskan. Para mujahidin Irak tetap teguh memegang prinsipnya, Yaman yang tertindas juga melangkah dengan kuat. Inilah jalan syahid Soleimani yang akan terus berlanjut dengan pertolongan Allah Swt," ujarnya.

AS dalam sebuah tindakan keji, meneror Komandan Pasukan Quds Iran, Letnan Jenderal Qasem Soleimani dan Wakil Komandan Hashd al-Shaabi Irak, Abu Mahdi al-uhandis dalam serangan drone di dekat Bandara Internasional Baghdad pada 3 Januari 2020. Delapan rekan-rekan mereka juga gugur syahid dalam serangan udara pasukan teroris AS. 

342/