Menurut Kantor Berita ABNA, Selain itu, masih ada isu penting lainnya seperti tanggapan para politisi negara dunia mengenai pemilu presiden di AS, ulah pendukung Trump paksa dihentikannya penghitungan suara, potensi bentrokan di AS pasca pilpres.
Selangkah Lagi Menang, Joe Biden Mulai Dikawal Ketat Paspampres AS
Calon Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Joe Biden, tampaknya tinggal selangkah lagi menuju Gedung Putih. Proses penghitungan suara masih berlanjut, tetapi peluang pria berusia 77 tahun itu sungguh besar.
Menyadur dari Washington Post, Sabtu (7/11/2020), hal itu membuat Joe Biden mulai mendapat pengawalan ketat dari Secret Service alias Pasukan Pengamanan Presiden AS. Pengawalan dilakukan ketika Joe Biden menuju markas tim kampanyenya di Wilmington, Delaware.
Secret Service, di bawah naungan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, memang bertanggung jawab untuk melindungi Gedung Putih dan pejabat senior pemerintah. Mantan Presiden dan Wakil Presiden AS turut mendapat keistimewaan untuk pengawalan tersebut.
Sebagai mantan Wakil Presiden era 2008-2016, Joe Biden memang berhak mendapat keistimewaan tersebut. Namun, ia memilih tidak memanfaatkannya. Pengawalan baru dilakukan setelah Joe Biden mendapat tiket dari Partai Demokrat sebagai capres, Juli 2020.
Jika berhasil menang sebagai Presiden AS, maka pengawalan terhadap Joe Biden akan ditingkatkan ke level tertinggi. Hal tersebut wajar mengingat statusnya sebagai pemimpin negara adi kuasa.
Kemenangan memang sudah di ambang mata bagi Joe Biden. Hingga Sabtu (7/11/2020) pagi WIB, perolehan suara elektoralnya sudah menyentuh angka 264. Ia unggul jauh dari Donald Trump yang baru mengumpulkan suara elektoral 214.
Melihat masih ada negara-negara bagian yang belum menyelesaikan penghitungan, Joe Biden sangat yakin meraih kemenangan. Dalam pidatonya di Wilmington, Delaware, mantan pendamping Presiden Barack Obama itu percaya diri dapat meraup 300 suara elektoral.
“Kami akan memenangi pemilihan ini. Kami sedang dalam trek yang benar untuk mendapat lebih dari 300 suara dewan elektoral,” ujar Joe Biden saat berpidato di Wilmington, Delaware, mengutip dari The Guardian.
“Lihat saja angka penghitungan secara nasional. Kami sedang dalam trek yang benar dengan mayoritas suara berada di belakang kami. Total suara kami terus bertambah. Kami akan mengalahkan Donald Trump dengan selisih 4 juta suara,” tandasnya.
Donald Trump Minta Joe Biden Tidak Buru-Buru Klaim Kemenangan
Penghitungan suara Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) 2020 terus berlanjut. Calon petahana, Donald Trump, mendesak agar lawannya, Joe Biden, untuk tidak buru-buru mengklaim kemenangan.
Hingga Sabtu (7/11/2020) pagi, Joe Biden tampak selangkah lagi mengamankan 270 suara elektoral. Calon dari Partai Demokrat itu sudah mengumpulkan 264 suara, berbanding 214 milik Donald Trump. Masih ada beberapa negara bagian lain yang melakukan penghitungan suara, yang diprediksi menguntungkan Biden.
342/