12 Agustus 2016 - 07:05
Penandatanganan MoU Pertamina – NIOC

Pemerintah RI melalui KBRI Tehran telah mendukung dan memfasilitasi pembuatan MoU kerjasama antara Pertamina dengan NIOC yang diharapkan dapat mendorong secara konkrit kerja sama ekonomi kedua negara.

Menurut Kantor Berita ABNA, Pertamina– National Iranian Oil Company (NIOC) tandatangani MoU tentang Studi Pengembangan produksi Migas di 2 ladang minyak Iran (Ab-Teymour dan Mansouri yang terletak di Barat Daya Tehran) pada tanggal 8 Agustus 2016 di Tehran. Berdasarkan MoU tersebut, NIOC akan memberikan data teknis kandungan migas di ladang minyak tersebut, dan Pertamina akan menyampaikan usulan untuk mengembangkan produksi migas di ladang tersebut. 

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto dan Managing Director NIOC Ali Kardor di Kantor Pusat NIOC di Teheran, Iran, yang berlangsung pukul 09.30 waktu Teheran atau sekitar pukul 12.00 WIB.

"Iran merupakan salah satu prioritas Pertamina. Kami serius untuk melakukan investasi hulu yang akan mendukung Iran dalam meningkatan produksinya, di sisi lain langkah ini sejalan dengan upaya perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional," kata Dwi.

Selain bisnis hulu, Pertamina sebelumnya telah menyepakati kerja sama pasokan LPG. Rencananya, pengapalan perdana LPG dari Iran ke Indonesia akan dilakukan pada September 2016.


Pemerintah RI melalui KBRI Tehran telah mendukung dan memfasilitasi pembuatan MoU tersebut yang diharapkan dapat mendorong secara konkrit kerja sama ekonomi kedua negara. 

MoU tersebut merupakan kesepakatan kedua setelah sebelumnya pada tanggal 30 Mei 2016 Pertamina dan NIOC menyepakati pembelian LPG  yang pengirimannya ke Indonesia akan dilakukan pada triwulan keempat tahun 2016 dan pada tahun 2017.

Kedua BUMN tersebut juga membahas investasi Iran di indonesia dlm btk pembangunan refineries berikut pasokan crude oil dan condensate. Disamping itu, Iran jg berminat untuk mempelajari pengembangan teknologi gas alam cair (LNG) yang dimiliki indonesia.