23 April 2016 - 13:38
Pendidikan, Solusi Hadapi Perang Lunak Kubu Imperialis

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar menilai upaya menghadapi perang lunak melawan kubu imperialis membutuhkan pendidikan terhadap para pemuda revolusioner dan bertekad kuat.

Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Ali Khamenei, Rabu (20/4) dalam pertemuan dengan ribuan anggota Asosiasi perhimpunan-perhimpunan Islami pelajar seluruh Iran menegaskan, front lawan Republik Islam berusaha merubah identitas keagamaan dan revolusioner para pemuda Iran serta merebut harapan, keceriaan dan motivasi mereka.

Rahbar menuturkan, satu-satunya cara untuk menghadapinya adalah pendidikan para pemuda yang religius, revolusioner, waspada, berani dan siap berkorban, sebagai para pejuang perang lunak.

Ia juga menyinggung sebagian medan tempur Republik Islam Iran melawan front imperialis pimpinan Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel.

"Independensi negara termasuk di antaranya independensi politik, ekonomi dan budaya, merupakan salah satu medan tempur ini, pasalnya kekuatan-kekuatan dunia itu akan menyerang setiap negara yang ingin melawan dominasi dan infiltrasi, serta membela independensinya," ujar Rahbar.

Ayatullah Khamenei melanjutkan, kehadiran Iran di kawasan dan wilayah Asia Barat serta dunia, masalah Palestina, Hizbullah dan pola hidup bangsa Iran Islami, merupakan medan tempur imperialis yang lain dalam melawan Iran.

"Jika di sebuah negara, pola hidup Barat yang menjadi kiblat, maka masyarakat negara itu sudah tunduk para kebijakan-kebijakan imperialis," imbuhnya.

Ia menambahkan, terkadang mereka mengancam kita dengan perang fisik dan pemboman, statemen semacam ini adalah bualan, karena mereka tidak punya kesempatan dan keberanian untuk melakukan itu, dan jika tetap melakukannya, mereka harus siap menerima tamparan.

Rahbar menekankan bahwa setelah berlalu 37 tahun, front imperialis tidak berhasil menghancurkan Republik Islam Iran dan menghalangi kemajuan serta kekuataannya di kawasan.

Sekalipun diserang banyak ancaman secara praktis dan propaganda, kata Rahbar, namun Hizbullah, Lebanon berhasil menunjukkan diri kepada dunia. Kecaman sebuah negara korup di atas kertas robek terhadap Hizbullah, sama sekali tidak penting.

Ayatullah Khamenei, juga menyinggung kekalahan rezim Israel dari Hizbullah dalam perang 33 hari dan membandingkannya dengan kekalahan pasukan-pasukan kuat tiga negara Arab dari Israel.

"Hizbullah dan para pemuda Mukminnya adalah kebanggaan Dunia Islam," pungkas Rahbar.