Menurut Kantor Berita ABNA, dalam pidatonya Rabu (3/6) malam pada acara peringatan haul Imam Khomeini ra ke-26 di kompleks makam Bapak Revolusi Islam itu, Presiden Republik Islam Iran, DR. Hasan Rouhani menyebut Imam Khomeini ra sebagai sosok agung yang menghidupkan kembali Islam murni dalam satu abad lalu. Demikian dilansir dari IRIB.
Dia mengatakan bahwa Imam Khomeini ra mampu membawa Islam dari sudut kamar, pesantren dan masjid ke tengah masyarakat dan dunia serta menyatukan kembali agama dan politik.
Presiden Rouhani menganggap Imam Khomeini ra sebagai pemimpin agung revolusi rakyat dan menuturkan, beliau bukan sosok yang melupakan rakyat setelah meraih kemenangan, tapi dalam kurun waktu kurang dari 50 hari pasca kemenangan revolusi, Imam Khomeini ra mengajak masyarakat untuk memberikan hak suara.
“Imam Khomeini ra bahkan menyerahkan masalah bentuk pemerintahan ke tangan rakyat dan rakyat sendiri yang memilih bentuk pemerintahan dengan suara mereka,” tegasnya.
Di bagian lain pidatonya, Rouhani menyoroti konspirasi kekuatan-kekuatan besar dan kebijakan membentuk kelompok-kelompok teroris seperti, ISIS di wilayah Timur Tengah. Dia menerangkan, “Sekarang keamanan tidak hanya tercipta di Iran yang Islami, tapi rakyat Iran juga membantu bangsa-bangsa lain dalam menghadapi konspirasi teroris.”
“Bangsa Iran sekarang membantu rakyat Irak, Suriah, Lebanon, Yaman dan semua bangsa-bangsa regional dalam melawan terorisme, kekerasan dan ekstrimisme,” tegas Rouhani.
Rouhani lebih lanjut mengatakan, beberapa negara sekarang menyalahgunakan sumber daya alamnya dan menukar uang minyaknya dengan senjata-senjata destruktif dan kemudian menggunakannya terhadap bangsa tertindas seperti, bangsa Yaman.
Dia menilai penurunan ekstrim harga minyak dalam beberapa bulan terakhir sebagai konspirasi musuh dan menandaskan, bangsa Iran berdiri tegak menghadapi semua tantangan sepanjang 36 tahun dan juga akan tetap berdiri tegak.
“Jika rezim Zionis Israel dan beberapa negara boneka di kawasan berpikir mampu menghambat laju gerakan bangsa dan pemerintah Iran melalui tekanan dan konspirasi, tentu saja mereka keliru,” tandasnya.