Jajak pendapat yang dilakukan Kanal 13 Israel, menunjukkan 59,2 persen pemukim Zionis, percaya bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, memecat Ronen Bar, Ketua Shin Bet, dan penasihat hukum Kabinet Rezim Zionis, karena alasan pribadi.
Pada saat yang sama, 55,7 persen responden dalam jajak pendapat tersebut menuntut pemilu dini dalam waktu sesegera mungkin di Israel.Kegagalan Kabinet Netanyahu, memulangkan para tawanan Israel, merupakan salah satu alasan utama para pemukim Zionis, menuntut disenggelarakannya pemilu dini.
Di sisi lain, media-media Rezim Zionis, Kamis (3/4/2025) mengabarkan bentrokan fisik antara polisi Israel, dengan keluarga para tawanan di Tel Aviv.Keluarga-keluarga tawanan Israel, yang menggelar demonstrasi di Tel Aviv, menuntut dirampungkannya kesepakatan pertukaran tawanan dengan kelompok-kelompok Palestina.
Aparat kepolisian Rezim Zionis, menganggap demonstrasi-demonstrasi yang dilakukan oleh para pemukim Zionis melanggar hukum, dan menggunakan kekerasan untuk membubarkan demonstran.Media-media Rezim Zionis, sampai sekarang tidak mempublikasikan detail bentrokan polisi dengan demonstran dan keluarga tawanan Zionis tersebut.
Pada Senin malam lalu, media-media Rezim Zionis, juga mengabarkan bentrokan aparat kepolisian Israel, dengan para demonstran di dekat gedung Knesset.Sebelumnya, Minggu malam, ribuan orang di Tel Aviv, melakukan unjuk rasa memprotes kinerja Kabinet Netanyahu, dalam kasus tawanan Israel, dan menuntut pelaksanaan kesepakatan pertukaran tawanan, serta menolak pemecatan Ketua Shin Bet.
Sejak operasi Badai Al Aqsa, 7 Oktober 2023, para pemukim Zionis, terutama keluarga-keluarga tawanan, para politisi, dan kalangan militer Israel, menganggap Netanyahu, dan koalisinya bertanggung jawab atas kekalahan Israel, dari perlawanan Palestina, dan pecahnya perang. Mereka memprotes keras kinerja buruk Netanyahu dalam mengelola perang.
Keluarga-keluarga tawanan Israel, dan pemukim Zionis sejak awal operasi Badai Al Aqsa, berulangkali berdemonstrasi menentang kebijakan Kabinet Netanyahu, dan mereka terlibat bentrok fisik dengan polisi serta ditangkapi.
Para demonstran Zionis, menegaskan bahwa Kabinet Israel, mengabaikan nasib anggota keluarga mereka yang ditawan di Gaza, dan tidak menjadikannya sebagai prioritas pengambilan keputusan Kabinet Israel. (HS)
Your Comment