14 November 2024 - 15:58
 Republik Islam Iran telah Mempersembahkan Syuhada seperti Qassem Soleimani dalam Menjalankan Tugasnya

Sayyid Abdulmalik al-Houthi mengatakan: "Amerika telah melakukan beberapa serangan udara terhadap Yaman, namun tidak memiliki dampak terhadap operasi kami. Apa pun yang dilakukan Amerika, posisi kami tetap sama."

Menurut Kantor Berita Internasional Ahlulbait - ABNA - Sekretaris Jenderal Ansarullah Yaman dalam pidatonya pada hari Kamis (14/11) mengenai perkembangan terakhir terkait Gaza dan Lebanon mengatakan: Republik Islam Iran menjalankan tugas besar Islamnya dan telah mempersembahkan syuhada-syuhada berharga seperti syahid Qassem Soleimani dalam perjalanan ini.

Sayyid Abdulmalik al-Houthi menegaskan: Rakyat Yaman yang terhormat setiap minggu mempersembahkan syahid dalam perjalanan jihad mereka.

Sekretaris Jenderal Ansarullah mengatakan: Proyek Zionis yang ingin Amerika agar kami terlibat adalah proyek agresif terhadap umat kami. Sebagian besar rezim Arab telah bergabung dengan proyek Zionis dengan menyerah pada keinginan Amerika.

Sayyid Abdulmalik al-Houthi mengatakan: Kepentingan umat kami bukanlah menggunakan kemampuan mereka untuk kepentingan musuh-musuhnya.

Ia menambahkan: Zionisme ingin pihak-pihak yang menerima skenarionya hanya menjadi alatnya. Zionisme tidak ingin ada pihak yang berdiri melawan skenarionya.

Sekretaris Jenderal Ansarullah melanjutkan: Salah satu bahaya yang mengancam umat adalah bahwa beberapa orang ingin mengambil posisi mereka terpisah dari prinsip dan nilai serta Al-Qur'an. Ketika posisi diambil terpisah dari prinsip dan moral, pandangan juga akan menyimpang dengan nama kepentingan.

Sayed Al-Houthi menekankan: Sebagian besar rezim Arab bersikap kooperatif dengan Amerika, meskipun mereka tahu bahwa negara dan pemerintah mereka menjadi sasaran dari negara yang sama.

Sekretaris Jenderal Ansarullah melanjutkan dengan merujuk pada pernyataan terbaru Netanyahu tentang perlunya mengubah wajah Timur Tengah, mengatakan: Netanyahu mengakui keinginannya untuk mengubah wajah Timur Tengah. Melayani Amerika dan rezim Zionis tidak akan melindungi umat dari bahaya.

Ia juga mengatakan: Umat harus membebaskan diri dari belenggu ketakutan terhadap Amerika dan rezim Zionis. Amerika dan rezim Zionis berusaha untuk melemahkan kemampuan umat.

Sayed Al-Houthi menegaskan: Para syuhada adalah sebuah doktrin yang agung, sehingga menjaga ingatan dan kenangan mereka akan membangkitkan kesadaran. Rezim Zionis telah merencanakan sebuah skema baru yang sangat kejam dan berdarah terhadap penduduk utara Gaza.

"Musuh Zionis bermaksud menciptakan kelaparan parah di utara Gaza dan memaksa penduduknya untuk bermigrasi secara paksa." Tambahnya.

Sekretaris Jenderal Ansarullah menambahkan: Republik Islam Iran menjalankan tugas besar Islamnya dan telah mempersembahkan syuhada yang berharga seperti Syahid Qasim Soleimani dalam perjalanan ini. Perlawanan Irak semakin meluas dan telah menghancurkan musuh Zionis.

Sayed Abdul-Malik Al-Houthi mencatat: Front bantuan Yaman telah melakukan banyak operasi terhadap target-target Zionis dengan menggunakan rudal dan melalui laut. Amerika melarikan diri dari Laut Merah setelah kapal induknya menjadi sasaran.

Houthi menambahkan: Bahkan jika kapal induk Amerika kembali mendekati Laut Merah, operasi kami akan terus berlanjut.

Sayyid Abdul Malik Houthi mengatakan: Amerika telah melakukan beberapa serangan udara terhadap Yaman, tetapi tidak ada dampak pada operasi kami. Apa pun yang dilakukan Amerika, posisi kami tetap sama. Posisi agresif Amerika berada dalam kerangka proyek Zionisme, sehingga setiap orang yang menjadi presiden Amerika akan berusaha memberikan lebih banyak keuntungan kepada Zionis.

"Sayangnya, banyak bangsa menunjukkan ketidakpedulian terhadap permintaan terbaru Hamas untuk mengadakan demonstrasi mendukung rakyat Palestina." Tegasnya.