Menurut Kantor Berita Internasional Ahlulbait - ABNA - Hujjat al-Islam wal Muslimin Sayid Sadreddin Qabanchi, Imam Jum'at Najaf al-Asyraf, dalam khutbah salat Jum'at yang disampaikan di Husainiyah A'zam Fatimiyah Najaf Ashraf, mengatakan: "Kita menyaksikan tahun pertama peristiwa Tufan al-Aqsa pada 7 Oktober tahun lalu, ketika Israel memutuskan untuk sepenuhnya memusnahkan Gaza dan secara praktis mulai membombardir, menghancurkan, dan melakukan serangan darat."
Ia menambahkan: "Sekarang kita berada di tahun kedua Tufan al-Aqsa di mana jumlah syuhada telah mencapai 41 ribu syuhada, namun hasilnya adalah sebagai berikut; pertama, Israel tidak dapat mengalahkan perlawanan dan Gaza, kedua, kegagalan masyarakat internasional dalam menghancurkan perlawanan, ketiga, meningkatnya kesadaran Islam dan global melawan Israel, keempat, perpecahan dan perselisihan di dalam rezim Zionis, kelima, terkuaknya topeng dunia Barat dan klaim hak asasi manusia serta kebebasan bangsa-bangsa, keenam, masuknya Iran, Irak, Lebanon, dan Yaman ke dalam garis perlawanan, ketujuh, puncaknya poros perlawanan dan kedelapan, bahwa serangan Iran membuktikan bahwa Israel tidak lebih dari rumah kaca."
Hujjatul Islam wal Muslimin Qabanchi mengenai Ayatullah Sistani berkata: "Israel menargetkan Ayatullah Sistani untuk dibunuh, sementara mereka tahu bahwa sosok ini adalah pengibar bendera perdamaian dan kemanusiaan."
Imam Jum'at Najaf Ashraf menambahkan: "Hal ini menunjukkan bahwa Israel adalah kelompok teroris, dan sementara kami mengutuk tindakan ini, kami memperingatkan rezim penjajah terhadap segala bentuk agresi terhadap Irak; karena ini secara resmi menempatkan Irak dalam garis perlawanan."
Dia mengenai akhir kehadiran pasukan asing di Irak berkata: "Pada tanggal 27 Oktober, adalah tanggal akhir tugas pasukan asing (koalisi internasional) di Irak, dan kami memperingatkan tentang penundaan dan ketidakpatuhan terhadap kontrak serta perubahan identitas dan judul kontrak sehingga pasukan asing tidak keluar dan pasukan Amerika tetap tinggal."
Khatib Jum'at Najaf Ashraf dalam khutbahnya merujuk pada haul Sayidah Fatimah Zahra s.a. berkata: "Rasulullah saw. bersabda: "Fatimah adalah bagian dari diriku, siapa yang menyakitinya berarti menyakitiku, dan siapa yang mencintainya berarti mencintaiku, dan siapa yang membuatnya senang berarti membuatku senang."
Dia menyatakan bahwa Allah Yang Maha Tinggi berfirman: "Jika kalian mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian," dan berkata: Pembicaraan di sini adalah tentang cinta timbal balik antara manusia dan Allah Yang Maha Tinggi, dan cinta kepada Allah berarti cinta kepada wali-wali Allah Yang Maha Tinggi dan akibatnya cinta kepada orang-orang beriman dan cinta kepada kemanusiaan."
Disebutkan, Imam Jum'at Baghdad juga dalam pernyataannya merujuk pada ancaman terhadap Ayatullah al-Uzhma Sayid Ali Sistani oleh rezim Zionis, berkata: "Ayatullah Sistani memiliki peran besar dalam menggagalkan rencana musuh, dan oleh karena itu mereka berusaha untuk mengakhiri peran yang berpengaruh ini."