Menurut Kantor Berita Internasional ABNA, di sela-sela peringatan para syuhada Abdi Negara, yang diadakan di Qom oleh Lembaga Internasional Ahlulbait as dan Universitas Internasional Almustafa dengan kehadiran para ulama, pelajar dan cendekiawan dari berbagai negara di dunia, Dr. Essam Al-Emad seorang pemikir dan pengamat terkemuka Yaman mengatakan kepada reporter ABNA tentang pentingnya mengadakan pertemuan ini. Ia berkata: "Apresiasi terhadap para para syuhada yang telah syahid di jalan pelayanannya dalam menghormati Al-Qur'an, agama dan keyakinan kita. Saya bangga berpartisipasi dalam konferensi yang diselenggarakan oleh Lembaga Internasional Ahlulbait as dan Universitas Internasional Almustafa untuk dua syuhada tercinta ini (Syahid Ayatullah Raisi dan Syahid Amir Abdullahian) dan syuhada lainnya dari abdi negara ini."
Merujuk pada aksi internasional Syahid Ayatollah Raisi dan Syahid Amir Abdullahian, cendekiawan Yaman ini mengatakan: "Kedua tokoh ini berpengaruh di kancah dunia dan telah menciptakan transformasi. Kini pemikiran perlawanan Islam sudah dikenal dan melembaga di dunia, bahkan sudah merambah ke masyarakat Amerika, sehingga bisa dikatakan peristiwa ini merupakan hasil jerih payah kedua syuhada tercinta ini dan merekalah yang berperan pertama dalam hal ini."
Disebutkan, dalam majelis peringatan ini, Ayatullah Reza Ramezani, Sekretaris Jenderal Lembaga Internasional Ahlulbait as, Dr. Abbasi, Rektor Universitas Internasional Almustafa, dan Syaikh Al-Daqaq, salah seorang ulama Bahrain, menyampaikan orasinya.