Poros kekuatan global saat itu juga menyadari bahwa Revolusi Islam Iran, telah menjadi model, dan teladan bagi orang-orang Islam, dan non-Islam di dunia. Merespons kemenangan Revolusi Islam Iran, banyak analis dan pejabat Barat, dalam analisa-analisa serta pidatonya menjanjikan penumbangan Republik Islam Iran, dalam waktu cepat. Sekarang pertanyaan mendasarnya adalah dari mana asalnya perhatian besar terhadap Revolusi Islam Iran? Untuk menjawab pertanyaan ini pertama kita harus menengok ke masa terjadinya revolusi. Di masa itu Amerika Serikat, sebagai kekuatan unggul dunia menerapkan kebijakan dua pilar di kawasan Asia Barat atau Timur Tengah, yang pilar utamanya Iran, dan pemerintahan boneka Shah Pahlevi. Di sisi lain, proyek Islamfobia, dan upaya menghancurkan simbol-simbol agama atas nama intelektualitas sebagaimana dimulai pertama kali oleh Kemal Ataturk di Turki, diikuti oleh Pahlevi, di Iran, dan harapan para politisi serta teoretikus Barat, untuk menciptakan kawasan yang bersih dari religiusitas, agama, dan terbuka untuk penerapan program paling menjajah, dapat diwujudkan. Selain itu bangsa-bangsa Muslim kawasan kala itu hidup dalam kondisi despotisme paling buruk, dan terjepit, hanya sedikit gerakan masyarakat yang terjadi di beberapa negara, itu pun mengalami kekalahan telak, dan kaum revolusioner ditumpas. Lebih penting dari semua, kawasan Asia Barat, 30 tahun sebelum kemenangan Revolusi Islam Iran, berhadapan dengan sosok berbahaya bernama Rezim Zionis, yang lahir berkat rekayasa pusat-pusat korup di Eropa dan AS.
12 Mei 2024 - 16:14
Kode berita: 1458061
Kekuatan-kekuatan dunia yang tangannya terputus dari Iran, segera menyadari bahwa Revolusi Islam, membawa pesan global, dan ide para pemimpinnya untuk menyebarluaskan revolusi pembebasan anti-kolonialisme, telah menyalakan harapan di hati kaum tertindas dunia.