Menurut Kantor Berita Internasional ABNA, Raja Abdullah II menekankan bahwa dominasi rezim Zionis atas penyeberangan Rafah bagian Palestina dan menutupnya untuk bantuan akan memperburuk bencana kemanusiaan di Jalur Gaza.
Menurut pernyataan resmi pengadilan Yordania, Raja Yordania, yang mengunjungi Amerika Serikat, pada hari Selasa (7/5), dalam pertemuan di Kongres AS, menekankan perlunya mencegah operasi militer darat Israel di Rafah, yang merupakan rumah bagi sekitar 1,5 juta pengungsi dari Gaza.
Ia menegaskan dalam pertemuan Kongres Amerika bahwa penguasaan Israel atas penyeberangan Rafah bagian Palestina dan penutupannya bagi masuknya bantuan akan memperparah bencana kemanusiaan di Jalur Gaza.
Raja Yordania juga mengutuk serangan terhadap konvoi bantuan Yordania, yang diserang oleh pemukim ekstremis di persimpangan Beit Hanoun. Dia meminta komunitas internasional untuk mengambil posisi yang jelas yang mengharuskan Israel untuk mematuhi hukum internasional dan hukum kemanusiaan dan menjamin lewatnya konvoi bantuan ke Jalur Gaza.
Pada Selasa pagi, media Israel melaporkan bahwa tank dan pasukan rezim Zionis mulai memasuki Rafah di selatan Jalur Gaza. Selain itu, tentara Zionis mengumumkan bahwa mereka telah sepenuhnya menguasai bagian Palestina di perbatasan Rafah dan akan memulai operasi pembersihan wilayah tersebut.