Menurut Kantor Berita Internasional ABNA, warga Bahrain melakukan demonstrasi besar-besaran untuk mendukung rakyat Palestina setelah melaksanakan salat Jumat di kota Al-Draz. Para pengunjuk rasa menekankan dukungan terhadap bangsa Palestina yang tertindas dan perlawanan terhormat mereka di Gaza.
Warga Bahrain dalam demonstrasi ini memegang poster, beberapa di antaranya bertuliskan slogan-slogan seperti "Hentikan perang, pengepungan dan kelaparan [di Gaza]" dan "Kami bersama Yaman" tertulis di atasnya.
Warga Bahrain juga menyatakan dukungannya terhadap rakyat Palestina yang tertindas di Jalur Gaza, mengutuk agresi rezim Zionis dan menuntut penutupan kedutaan rezim tersebut di Manama.
Dalam upaya normalisasi hubungan antara rezim Zionis dan rezim Al-Khalifa, kedutaan besar rezim Zionis dibuka di Manama pada bulan September tahun ini dengan kehadiran menteri luar negeri rezim tersebut. Ini adalah langkah lain dalam normalisasi hubungan antara Manama dan Tel Aviv, dan meskipun ada protes di Bahrain, kedutaan besar rezim Zionis di kota Manama tetap dibuka dengan kehadiran menteri luar negeri rezim tersebut.
Bahrain dan rezim Zionis menandatangani perjanjian untuk menormalisasi hubungan di Washington pada tahun 2020 dengan mediasi mantan Presiden AS Donald Trump.