Menurut Kantor Berita ABNA, ratusan ribu warga Yaman menggelar pawai akbar di Sana'a, ibu kota Yaman, untuk mengungkapkan solidaritas dengan bangsa Palestina. Melalui aksi tersebut, rakykat Yaman mengungkapkan kebahagiaan atas kemenangan pasukan perlawanan Palestina dan kekalahan tentara pendudukan Zionis dalam serangan lima hari di Jalur Gaza.
Para peserta pawai ini memegang bendera Palestina dan Gerakan Jihad Islam Palestina di tangan mereka dan meneriakkan slogan-slogan untuk pembebasan Palestina dan mendukung kelompok militan Palestina, khususnya Gerakan Jihad Islam Palestina.
Pawai ini digelar dengan slogan "Balas Dendam Darah Orang-Orang Merdeka”. Para pengunjuk rasa Yaman juga meneriakkan slogan-slogan yang mengutuk kebijakan rezim Zionis dan Amerika, dan mengutuk kebisuan publik dan resmi negara-negara Arab mengenai kejahatan Zionis, dan menekankan kebangkitan negara-negara Muslim dan hubungan mereka dengan tujuan Palestina dan mengembalikannya pada prioritas dan agenda bangsa-bangsa.
Para peserta pawai mengungkapkan solidaritas dengan bangsa Palestina dan kebahagiaan atas kemenangan perlawanan di Jalur Gaza, membakar bendera Amerika Serikat dan rezim Zionis di Sana'a, ibu kota Yaman.
Melalui aksi tersebut, bendera nasional Amerika Serikat dan rezim Zionis juga dibakar, sambil melantangkan teriakan kebebasan. Shams al-Din Sharaf al-Din, Mufti Agung Yaman, dalam pidatonya, menyapa sejumlah besar orang Yaman yang sabar yang berpartisipasi dalam pawai ini di jalan Allah dan membela harga diri dan martabat.
Dia menekankan, “Kebangkitan rakyat Yaman menunjukkan solidaritas dengan rakyat Palestina yang merdeka, dan rakyat Yaman tidak akan pernah meninggalkan Palestina dan tempat-tempat suci umat Islam, khususnya Masjid Al-Aqsa.”
Sharaf al-Din berkata, “Orang-orang Yaman yang merdeka memiliki identitas agama dan Islam, yang berasal dari pendekatan Al-Qur'an dan bimbingan Nabi Besar Muhammad saw, dan mereka didasarkan pada posisi mereka yang biasa terhadap masalah-masalah umat, yang dipimpin oleh Palestina dan Kota Suci yang Mulia.”
“Kami menekankan larangan normalisasi dengan musuh yang merebut, dan mereka yang berpartisipasi dalam pertemuan musuh bukanlah perwakilan dari Arab dan umat Islam, juga bukan perwakilan dari kebenaran dan persaudaraan orang Arab.” Tegasnya.
Allamah Sharaf al-Din kemudian mengajak para ulama ummat untuk menghidupkan kembali semangat Jihad dan memperkuat serta mendorong hal ini dan mengikuti jalan Rasulullah.
“Tidak boleh berdiam diri dan mengabaikan segala sesuatu yang terjadi pada bangsa, terutama di Palestina dan kukbu perlawanan, yang berada di ujung tombak pertahanannya dan berkorban setiap hari.” Tambahnya.