Menurut Kantor Berita ABNA, Mohammad Mokhbar, Wakil Presiden Republik Islam Iran mengacu pada hubungan Iran dengan Arab Saudi, mengatakan, “Strategi utama Presiden Raisi sejak hari pertama dia terpilih sebagai presiden adalah melunakkan dan meningkatkan hubungan dengan negara-negara kawasan, terutama dengan Arab Saudi.”
Wapres I Iran ini menambahkan, “Menjalin hubungan baik dengan negara tetangga merupakan salah satu strategi utama pemerintah yang sedang dijalankan.”
Menanggapi pertanyaan apakah negara-negara Arab serius tentang masalah ini, pejabat Iran ini berkata,” Ya, mereka pasti serius.”
Lebih lanjut Mohammad Mokhbar menginformasikan tentang undangan Raja Saudi kepada Presiden Raisi untuk bertemu dan berbicara satu sama lain. Ia berkata, “Raja Salman telah mengundang presiden, dan undangan ini mendapat tanggapan positif, dan mudah-mudahan hal-hal baik akan terjadi.”
Disebutkan, setelah beberapa tahun hubungan Iran-Arab Saudi meregang pasca insiden Mina yang menewaskan seribuan lebih jamaah haji Iran dan juga insiden eksekusi mati ulama Syiah Arab Saudi Syaikh Nimr yang berujung pada pemutusan hubungan diplomatik, tahun ini melalui mediasi yang dilakukan Tiongkok, kedua negara ini menyepakati untuk memperbaiki hubungan. Kedutaan besar kedua negara juga akan mulai diaktifkan sebagai imbas dari perbaikan hubungan ini.