New York Times dalam sebuah laporan pada hari Sabtu (17/12/2022) mengungkapkan, "Ketika Ukraina memulai pembunuhan para jenderal Rusia, kehadiran mereka di garis depan menimbulkan risiko tinggi,".
"Para pejabat AS mengklaim telah diberitahu tentang rencana ini, tetapi mereka meminta Ukraina mengurungkannya, karena khawatir Ukraina akan menyerang pada jenderal ini," tulis New York Times.
Seorang pejabat militer AS yang tidak bersedia disebutkan namanya mengatakan, "Pembunuhan Jenderal Gerasimov bisa membuat konflik menjadi lebih buruk. Meskipun orang Amerika berkomitmen untuk membantu Ukraina, tapi mereka tidak ingin memulai perang langsung antara AS dan Rusia,".
New York Times menulis, AS mendesak Ukraina untuk membatalkan serangan terhadap Kepala staf Angkatan Bersenjata Rusia, New York Times menambahkan.
"Kami meminta mereka untuk tidak melakukannya," kata seorang pejabat senior AS.
"Pesan ini datang ke Ukraina sangat terlambat, dan pejabat militer Ukraina mengatakan kepada Amerika bahwa mereka telah memulai serangan terhadap posisi para jenderal Rusia yang menyebabkan puluhan pejabat Rusia terbunuh, tetapi Grassimov tidak ada di antara mereka," tegasnya.
Menurut laporan itu, para pejabat tinggi militer Rusia membatalkan rencana untuk melakukan perjalanan ke garis depan pertempuran.(PH)
342/