Selama 80 hari terakhir, berbagai wilayah di Iran dilanda kerusuhan yang didukung oleh Amerika Serikat, beberapa negara Eropa, dan rezim Zionis dengan berbagai cara.
Penggulingan rezim yang dilancarkan pihak asing terhadap Republik Islam menjadi target kerusuhan terbaru di Iran.
Meskipun dukungan komprehensif datang dari berbagai dari poros Barat dan pendukungnya untuk menggulingkan Republik Islam, tapi hingga kini tidak berhasil.
FNA hari Selasa (6/12/2022) melaporkan, analis intelijen senior Amerika Serikat dan rezim Zionis mengakui kekebalan Iran dari berbagai konspirasi yang dirancang untuk menggulingkan Republik Islam Iran
Direktur Intelijen Nasional Amerika, April Hines mengatakan bahwa Republik Islam Iran tidak melihat ini sebagai ancaman terhadap stabilitasnya.
Amit Saar, analis intelijen senior militer Israel juga mengakui bahwa gangguan terbaru di Iran tidak mampu mengancam keberadaan rezim yang berkuasa di negara ini.(PH)
342/