Menurut Kantor Berita ABNA, Menteri Agama dan Kerukunan Antaragama Pakistan Mufti Abdul Shakur Sardar Khan pada Rabu pagi (12/10) dalam upacara pembukaan Konferensi Persatuan Islam Internasional ke-36 di Tehran ibukota Republik Islam Iran, menekankan perlunya menyelesaikan perbedaan dan konflik dengan mengutamakan persatuan. Ia menyebut titik persmaan di setiap kelompok Islam sangat banyak. Dia menunjuk pada kesamaan umat Islam, yaitu satu Tuhan, satu kitab, satu kiblat, shalat, haji, dan ritual keagamaan. Ia berkata, “Semua ini menunjukkan perlunya persatuan di antara umat Islam.”
Menteri Agama Pakistan ini lebih lanjut menyebutkan, “Meskipun Kristen dan Yahudi adalah agama monoteistik, mereka menjauh dari ajaran Nabi mereka dan terpecah dalam banyak sekte. Oleh karena itu, kita harus menyesuaikan pandangan kita dengan agama Islam untuk memperkecil perbedaan yang ada di dalam tubuh umat Islam."
Merujuk pada adanya banyak masalah di dunia Islam, Mufti Abdul Shakur Sardar Khan ini mengatakan, “Kita menyaksikan banyak masalah dan persoalan di dunia Islam, yang semuanya merupakan hasil dari perpecahan. Dalam hal ini Allah Swt dalam Al-Qur’an telah mengingatkan untuk semua umat berpegang pada tali agama Allah dan jangan bercerai berai. Karena itu semestinya kita menjaga persatuan berdasarkan ini.”
“Perbedaan yang kita saksikan di antara umat Islam adalah hasil dari jarak dari agama dan Al-Qur'an, tetapi jika kita terhubung dengan agama, tidak akan ada halangan untuk menjauhkan kita dari persatuan dan kesatuan.” Tekannya.
Menteri Agama Pakistan ini juga menyatakan bahwa para sahabat Nabi Muhammad sawsaling menghormati meskipun ada perbedaan. Ia berkata, “Perbedaan ini tidak pernah menghalangi persatuan para sahabat Nabi.”
Merujuk pada keberadaan Sunni dan Syi'ah di negerinya, Menteri Agama Pakistan ini mencontohkan, “Sunni dan Syi'ah hidup berdampingan di Pakistan, tetapi jika ada konflik, itu akan menimbulkan masalah bukan hanya bagi Pakistan tetapi juga bagi dunia Islam, dan perpecahan akan merugikan seluruh umat Islam.”
Pada bagian lain penyampaiannya, Mufti Abdul Shakoor Sardar Khan menunjukkan bahwa menurut para cendekiawan Muslim, Palestina adalah masalah utama dunia Islam. Ia menekankan Pakistan telah mendukung Palestina sejak awal. “Masalah Kashmir juga penting bagi Pakistan karena Muslim Kashmir telah berada di bawah kekuasaan militer selama bertahun-tahun dan mereka telah ditindas. Ini halnnya sebagaimana pembelaan dan dukungan Pakistan pada bangsa Palestina. Rakyat dan pemerintah Pakistan satu suara terkait Palestina. Bahwa kemerdekaan bangsa Palestina adalah harga mutlak yang harus diperjuangkan.”
Merujuk pada bahaya takfirisme dalam tubuh umat Islam, Menteri Agama Pakistan menambahkan, “Takfirisme adalah masalah besar di dunia Islam dan fatwa takfirisme telah menimbulkan banyak masalah bagi umat Islam.”
Pada akhirnya, ia menekankan bahwa umat Islam harus bersatu melawan Zionisme dengan menyatakan, “Kiblat pertama umat Islam harus dibebaskan dari cengkraman rezim Zionis. Oleh karena itu, kita harus bersatu melawan Zionisme dan juga menetralisir plot-plot unsur takfirisme.”