Menurut Kantor Berita ABNA, dikutip dari Kantor Berita Irak Noon, Duta Besar Australia untuk Irak, Paula Ganley, mengunjungi dua kota lama Al-Kazmiya dan Al-Azamiya di Irak Selasa (11/10).
Kedutaan Besar Australia mengumumkan dalam sebuah pernyataan Dubes Ganley mengunjungi makam Imam Abu Hanifah dan kemudian mengunjungi Haram Imam Musa al-Kazhim as untuk mempelajari tentang pentingnya tempat-tempat keagamaan ini.
Menurut pernyataan ini, Duta Besar Australia menyatakan selama kunjungannya ke makam Imam Musa Kazhim as yang merupakan imam penganut Syiah dan Imam Abu Hanifah salah satu imam mazhab fikih dalam Ahlusunnah menyebut Irak adalah negara yang kaya akan agama, sejarah, budaya, perdamaian dan cinta. Ganley berkata, “Baik wilayah Kazimieh maupun Azamieh mewakili sejarah Baghdad; Ke mana pun saya pergi, saya melihat kemurahan hati, cinta, dan rasa terima kasih rakyat Irak.”
Al-Azmiyah dan Al-Akazmiyah adalah dua wilayah di utara Bagdad yang mengalami perkembangan yang berbeda selama berabad-abad sejarahnya, karena yang satu adalah tempat tinggal kaum Sunni Irak dan yang lainnya adalah tempat tinggal kaum Syi'ah, bahkan dalam masalah politik seperti pada momentum pemilihan kepala daerah kedua daerah ini memiliki persaingan yang menarik namun tetap saling memperhatikan satu sama lain.
Al-Azmiyya terletak di bagian timur Sungai Tigris di bagian Al-Rasafa. Didalamya terdapat makam Abu Hanifa Al-Nu'man Ibn Tsabit, salah seorang imam fakih Ahlusunnah yang terkenal sebagai pendiri mazhab Hanafi. Sementara Al-Akazmiyya terletak di barat Tigris di bagian Al-Karakh, dan di wilayah ini terletak Haram Imam Musa al-Kazhim dan Imam Muhammad Taqi as, dua keturunan Nabi Muhammad saw yang menjadi imam bagi penganut mazhab Syiah.
Kelompok Takfiri dan Baath telah berulang kali melakukan serangan teroris terhadap orang-orang Azamiyyah atau Kazimiyyah dengan tujuan menciptakan hasutan antara Syiah dan Sunni dan menciptakan dasar untuk mengintensifkan perbedaan etnis dan sektarian di Irak.
Wilayah Azamieh, yang dikelilingi oleh hutan dan kebun yang lebat, adalah salah satu tempat persembunyian kelompok teroris dalam beberapa tahun terakhir.