Menurut Kantor Berita ABNA, kematian Mahsa Amini (22) yang diklaim akibat kekerasan aparat kepolisian Iran yang menangkapnya dengan alasan tidak berbusana sesuai aturan memicu aksi unjukrasa di sejumlah kota di Iran sejak Minggu (18/9). Demonstran yang mengecam aturan berjilbab dalam aksinya melakukan penyerangan kepada aparat dan pengrusakan fasilitas publik,, bahkan warga sipil yang tidak bergabung dalam aksi mereka juga mendapatkan serangan fisik.
Kepala Dewan Koordinasi Propaganda Islam provinsi Teheran dalam wawancaranya dengan Farsnews Kamis (22/9) mengatakan, “Warga Tehran dan semua kota di Iran pada hari Jumat, 23 September 2022 setelah salat Jumat akan melakukan aksi mengutuk tindakan brutal yang melanggar norma dan tindakan menghina simbol-simbol negara dan Islam dari beberapa elemen yang telah melakukan aksi unjuk rasa brutal dalam beberapa hari ini. Mereka sama sekali tidak mewakili suara rakyat Iran.”
Hujjatul Islam wa Muslimin Sayid Mohsen Mahmoudi, dalam penyampaiannya mengatakan, “Sekali lagi tangan kotor dari arogansi yang berkali-kali berusaha menghancurkan sistem Islam di negara ini melalui peristiwa baru-baru ini melalui upaya menghasut untuk melawan revolusi akan mendapat tantangan dari rakyat Iran yang setia pada negara ini dan sistem Islamnya. Musuh-musuh Iran tidak menyadari fakta bahwa bangsa ini adalah bangsa Imam Husein as dan bangsa dengan semangat 9 Dey yang telah menciptakan kemuliaan abadi sejarah dalam pemakaman Syahid Haji Qasim Soleimani.”
Kepala Dewan Koordinasi Propaganda Islam Provinsi Teheran lebih lanjut mengatakan, “Warga visioner dan revolusioner Provinsi Teheran diundang untuk berpartisipasi dalam pawai dengan partisipasi mereka yang penuh semangat, berwibawa dan menentang musuh, sekali lagi akan menunjukkan wawasan teladan dan kebanggaan mereka kepada para pencela dan musuh revolusi Islam dan tanah air tercinta.”
Disebutkan aksi unjuk rasa yang meluas disejumlah kota di Iran telah merenggut nyawa dari aparat dan warga sipil serta kerusakan kendaaran umum, kendaraan pribadi dan sejumlah fasilitas publik, termasuk masjid dan fasilitas kesehatan.