Menurut Kantor Berita ABNA, Pada hari ke-67 konflik militer Rusia-Ukraina, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menekankan kemarin (Sabtu, 30/4) bahwa setiap konflik bersenjata antara kekuatan nuklir harus dicegah, demikian dilaporkan YJC.
Lavrov juga meminta Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan Amerika Serikat untuk berhenti mempersenjatai Ukraina, dengan mengatakan bahwa negara-negara anggota NATO tidak akan ragu untuk melakukan apa pun demi menghalangi kesepakatan politik antara Moskow dan Kiev.
-
NATO Menghalangi Kesepakatan Politik Rusia-Ukraina
Pernyataan itu muncul ketika Kementerian Pertahanan Inggris mengumumkan sebelumnya bahwa sekitar 8.000 tentara akan dikirim ke Eropa Timur, bersama dengan puluhan tank, helikopter, dan artileri.
Patut disebutkan bahwa timur Ukraina saat ini menjadi sasaran serangan Rusia dari segala arah dan intens.
Menurut pakar politik dan militer, Rusia bermaksud untuk mengambil kendali penuh atas wilayah Donbas.(sl)
342/