6 Maret 2022 - 18:55
Perang Hanya akan Menimbulkan Kerusakaan

Ulama Syiah ini mencontohkan, "Kita harus belajar dari masa lalu negara kita dan peristiwa bencana dunia dan mengubah budaya konflik kepentingan menjadi budaya kerjasama dan saling menghormati. Ini harus dilakukan melalui perilaku yang bijaksana serta menghindari saling mencela. Biarkan kepentingan umum negara menang atas tuntutan pribadi."

Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah al-Uzhma Sayid Muhammad Taqi Modarresi salah seorang ulama marja taklid Syiah bermukim di Karbala Irakmemperingatkan dalam ceramah mingguannya bahwa dunia akan jatuh ke jurang perang dunia baru jika semua pihak tidak mau menahan diri.

Ayatullah Modarresi mengatakan, "Tragedi dan bencana perang dunia yang menimpa dunia delapan dekade lalu telah dilupakan oleh bangsa-bangsa. Politisi masih ingat betul dan tahu bahwa kondisi yang mirip dengan yang kita alami saat ini menjerumuskan dunia ke dalam jurang perang."

Ayatullah Modarressi lebih lanjut berkata, "Saya memohon kepada Allah Swt untuk membersihkan dunia dari perang dan malapetakanya. Saya menasihati diri saya dan rakyat Irak untuk belajar dari apa yang telah menempatkan dunia di ambang bencana baru."

Di bagian lain penyampaiannya, mujtahid Irak ini mengatakan,  "Di balik layar perang yang merusak, ada pertemuan kepentingan dan intensifikasi intimidasi, otoritarianisme dan prasangka dan kurangnya kebijaksanaan. Kita perlu tahu bahwa Irak yang terluka dan bangsanya yang menderita telah mengalami kondisi seperti ini selama beberapa dekade terakhir."

Ayatullah Modarressi melanjutkan, "Jika tidak ada konflik kepentingan, tidak akan ada perang di utara dan kemudian tidak akan ada perang dengan Iran. Jika bukan karena penindasan terhadap diktator yang digulingkan (Saddam), tidak akan ada agresi terhadap Kuwait dan biaya miliaran dolar untuk rakyat Irak."

Ulama Syiah ini mencontohkan, "Kita harus belajar dari masa lalu negara kita dan peristiwa bencana dunia dan mengubah budaya konflik kepentingan menjadi budaya kerjasama dan saling menghormati. Ini harus dilakukan melalui perilaku yang bijaksana serta menghindari saling mencela. Biarkan kepentingan umum negara menang atas tuntutan pribadi."

Di akhir ceramahnya yang ditujukan kepada para politisi Irak, Ayatullah al-Uzhma Modarressi berkata: "Kasihanilah bangsa ini sehingga Tuhan berbelas kasih dan masing-masing dari Anda akan berdiri untuk kepentingan umum, jika tidak badai sedang menunggu semua orang."