Menurut Kantor Berita ABNA, Sekretaris Jenderal Lembaga Internasional Ahlulbait as Ayatullah Reza Ramezani dalam acara peringatan hari kemenangan Revolusi Islam Iran pada Kamis, (10/2) yang terselenggara di Hauzah Amirul Mukminin as di kota Rasht Republik Islam Iran, mengacu pada bulan Rajab dan doa-doa Yang berharga dari bulan yang diberkahi ini, dia berkata, "Bulan Rajab adalah kesempatan untuk menikmati kebajikan dan berkah ilahi. Sebab pada bulan ini curahan rahmat dan kasih sayang Allah Swt turun melimpah."
Menunjuk pada hari peringatan kemenangan Revolusi Islam Iran yang ke-43 Ayatullah Ramezani berkata, "Sebelum Revolusi Islam, liberalisme dan komunisme menguasai dunia dan beberapa ahli teori percaya bahwa dunia tidak lagi melihat warna revolusi agama. Namun melalui revolusi yang digerakkan oleh Imam Khomeini, dunia menjadi saksi atas kebangkitan Islam melalui berdirinya Republik Islam Iran."
Ayatullah Ramezani lebih lanjut menyebut kemenangan Revolusi Islam di Iran adalah bukti ketidakabsahan teori-teori yang menyebutkan Islam tidak akan lagi muncul sebagai ideologi alternatif untuk perubahan sosial. "Revolusi Islam dilancarkan dengan tujuan untuk menegakkan ajaran ilahi dalam masyarakat manusia demi tujuan tercapainya keadilan sosial, dan tujuan ini telah menjadi aspirasi semua orang sejak diperjuangkan oleh nabi-nabi ilahi." Tuturnya.
Ayatullah Ramezani kemudian menekankan bahwa semua agama ilahi telah memerintahkan masyarakat manusia untuk melawan ketidak adilan dan kezaliman. Ia berkata, "Agama memanggil umat manusia untuk berbelas kasihan pada sesama dan pada saat yang sama menyerukan perlawanan pada kezaliman dan ketidak adilan yang merusak tatanan sosial masyarakat."
Ulama Iran ini selanjutnya menunjukkan bahwa perlawanan bukan untuk hegemoni, mendominasi dan memperluas teritorial kekuasaan melainkan untuk mewujudkan keadilan dan menerapkan aturan-aturan Ilahi untuk dijalankan umat manusia. "Filosofi politik Islam jelas, yaitu untuk mewujudkan keadilan sosia. Jika ada kelompok yang menggunakan agama demi kepentingan politik tapi bukan untuk keadilan melainkan untuk arogansi kekuasaan dan mendominasi manusia, maka ini adalah penyimpangan dan pengklaiman yang salah pada Islam."
Karena itu menurut Ayatullah Ramezani, para pelajar agama harus bisa menunjukkan perannya dalam mengcounter upaya pencemaran nama baik agama. Menurutnya, pelajar harus memiliki tanggung jawab yang berat di bidang jihad pencerahan. "Peluang bagi santri dan pelajar agama hari ini untuk menjelaskan hakikat agama yang sebenarnya sebab masyarakat dunia haus dengan pengetahuan terhadap agama yang benar. Selama ini melalui kuasa media, Barat telah mencitrakan dan menimbulkan stigma yang buruk terhadap Islam. Terutama dengan cara membentuk ISIS yang secara brutal memaksakan kehendak untuk menerapkan hukum Islam.Sehingga masyarakat mendapat gambaran bahwa Islam itu agama teror yang mengerikan dan harus dijauhi. Jihad pencerahan harus dilakukan para santri untuk kepentingan memberikan penjelasan yang benar mengenai Islam pada masyarakat luas."
Sekretaris Jenderal Lembaga Internasional Ahlulbait as lebih lanjut menyatakan bahwa di setiap provinsi dan kota dan di samping setiap bidang, kita harus memiliki ulama yang kompeten dan penuh waktu dalam memberikan pelayanan keilmuan kepada masyarakat. Ia menekankan, "Para ulama ini harus memberikan nasihat kepada para santri dan pelajar agama di bidang pendidikan dan pelatihan. Sehingga lahir kelak muballigh dan pendakwah-pendakwah yang mampu secara intelektual dan keilmuan mendakwahkan Islam yang penuh rahmat."
Mengacu pada beberapa rekomendasi yang ditujukan kepada para santri, ia mengatakan, "Pelajar agama harus memperkuat penguasaan pelajaran mereka, termasuk bahasa dan saat menyampaikan ayat atau hadits harus memperhatikan etika, pendidikan dan spiritualitas."
Ayatullah Ramezani kemudian menekankan perlunya untuk menghidupkan kembali tradisi teologis seperti diskusi dan dialog. Dia menyatakan, "Belajar sangat penting, namun dalam berdialog, berdiskusi ataupun menyampaikan pendapat, harus dalam koridor etika dan beradab. Seorang pelajar agama harus terus menjaga kesantunan, dan secara sopan mengajak orang lain kedalam pelukan agama. Sebab perilaku dan akhlak cenderung lebih memberi pengaruh dari penyampaian kata-kata."
Menurut Ayatullah Ramezani selanjutnya, musuh-musuh Islam berusaha memisahkan umat dari ulama dan mempromosikan isu keagamaan tanpa ulama. "Mereka mewacanakan bahwa setiap orang bisa mengetahui sendiri ajaran agama meski tanpa bimbingan guru dan ulama. Tujuan wacana itu apa? agar muncul orang-orang yang tidak paham agama dengan benar karena belajar tanpa tuntunan di tengah-tengah masyarakat sehingga menimbulkan kegaduhan dan membuat umat Islam disibukkan oleh perdebatan yang sia-sia karena berbeda pendapat."
Lebih lanjut Ayatullah Ramezani menegaskan, bahwa umat Islam harus mewaspadai zaman karena karakteristik zaman ini membuat manusia akrab dengan dunia internasional dengan tekhnologi komunikasi yang sangat canggih. Ia berkata, "Kita harus berperan dalam lingkungan media saat ini. Dunia maya tidak bisa kita abaikan, sebab sangat mempengaruhi bagaimana seseorang bertindak di dunia nyata. Dakwah-dakwah melalui platform media sosial harus digagas dan dijalankan untuk turut memberi pengaruh pada pembentukan opini publik."
Sekretaris Jenderal Lembaga Internasional Ahlulbait kemudian menyatakan, "Kita sebelumnya tidak pernah memiliki platform untuk propaganda di arena internasional seperti hari ini, sehingga pelajar harus belajar keras untuk terjun di dunia ini dengan memanfaatkan platform dakwah yang telah tersedia."
Menekankan bahwa pelajar, santri dan mahasiswa pada tataran Revolusi Islam memiliki peran penting dan karakteristik khusus, ia mengatakan, "Kita harus peka terhadap perkembangan zaman dan mampu menyebarkan Islam di dunia internasional dengan semangat rasionalitas dan spiritualitas."
Ayatullah Ramezani juga menyatakan bahwa Hauzah Ilmiah Qom harus dapat menempatkan dirinya di tingkat internasional. "Provinsi Gilan juga memiliki kapasitas untuk memiliki siswa internasional." Ungkapnya.
Ayatullah Ramezani lebih lanjut mengacu pada kegiatan dan aktivitas Lembaga Internasional Ahlulbait as dengan mengatakan, "Universitas Ahlulbait as adalah universitas internasional dengan mahasiswa dari 14 negara yang menerima mahasiswa sarjana, magister dan doktoral. "
Sekretaris Jenderal Lembaga Internasional Ahlulbait as kemudian memperkenalkan program dakwah yang disiarkan melalui kegiatan jaringan satelit Tsaqalain. Ia berkata, "Jaringan ini, dengan 18 juta pemirsa, saat ini beroperasi dalam bahasa Arab, tetapi kami sedang mempersiapkan untuk peluncuran bahasa Rusia dan Spanyol."
Ayatullah Ramezani juga menekankan bahwa Lembaga Internasional Ahlulbait as memiliki 3.300 muballigh lokal di seluruh dunia, dan telah menerbitkan 2.000 buku dalam 61 bahasa dunia sejauh ini. Dia juga merujuk pada aktivitas ensiklopedia Syiah yang bernama Wiki Syiah, "Wiki Syiah adalah ensiklopedia berbasis internet yang memiliki koleksi konten-konten materi ilmu-ilmu Islam Ahlulbait as dalam 10 bahasa aktif, yang akan ditambahkan 2 bahasa baru di masa mendatang."
Sekretaris Jenderal Lembaga Internasional Ahlulbait as juga menyebut Kantor Berita Ahlulbait (ABNA) sebagai salah satu aktivitas lainnya yang disebutnya media ini meliput berita Syiah dari dunia dalam 25 bahasa.