18 Januari 2022 - 18:32
Ayatullah Ramezani Menerima Kunjungan Ulama Syiah Belgia di Qom

Ayatullah Ramezani Menerima Kunjungan Ulama Syiah Belgia di Qom

Menurut Kantor Berita ABNA, Sayyid Muhammad Abd al-Salam al-Wadrasi al-Hassani salah seorang ulama Syiah Maroko yang tinggal di Belgia beserta rombongan mengadakan pertemuan dengan Sekretaris Jenderal Forum Internasional Ahlulbaita as Ayatullah Reza Ramezani di kota Qom Republik Islam Iran pada Senin (10/1).

Ayatollah Reza Ramezani sambil mengungkapkan kebahagiaannya dengan adanya pertemuan tersebut mengatakan, "Kami berharap upaya Anda di Belgia untuk memperkenalkan ajaran Islam dan Ahlulbait as diterima Allah Swt dan mendapat keridhaan Ahlulbait as. Semoga aktivitas tabligh dan dakwah Anda terus berlanjut di tahun-tahun mendatang dan mencapai kesuksesan."

Menyinggung interaksi muslim Sunni dan Syiah di Eropa, Ayatullah Ramezani menambahkan, "Selama bertahun-tahun saya tinggal di Jerman, kami mengadakan salat berjamaah di Pusat Islam Hamburg tanpa masalah di hadapan orang-orang Sunni. Juga di pusat ini sejak tahun 1960 dengan kehadiran mendiang Ayatullah Syahid Behesti, shalat berjamaah diadakan bersama dan sampai hari ini hal yang sama juga terus berlangsung di Belgia. Komunitas muslim Sunni dan Syiah di Belgia terjalin secara harmonis dan rukun."

Sekretaris Jenderal Forum Internasional Ahlulbait as ini lebih lanjut mengatakan, "Almarhum Allamah Amini sepanjang hidupnya berusaha keras untuk memperkenalkan status Ahlulbait as. Diketahui bahwa dalam sebuah pertemuan dalam menanggapi pentingnya mengetahui dan beriman kepada Imamah dan kepemimpinan Ahlulbait as, ia memperkenalkan hadis terkenal "Barangsiapa yang mati dan tidak mengenal dan berbaiat pada imamnya, maka matinya adalah mati jahiliyah." Begitu juga secara aktif memperkenalkan rangkaian peristiwa yang terjadi setelah wafatnya Nabi Muhammad saw khususnya pertanyaan-pertanyaan terkait Sayidah Fatimah Zahra sa selama periode tersebut. Dialog-dialog dengan tema ini perlu digalakkan, bukan dengan maksud mencari perbedaan dan perselisihan tapi untuk menjelaskan kepada umat Islam Sunni bahwa akidah Syiah memiliki landasan tidak hanya dalil dari Alquran dan Sunnah tapi juga landasan historis."

Terkait dengan  Almarhum Syaikh  Abdullah Dehdoh, Ayatullah Ramezani berkata, "Almarhum banyak menderita dalam aktivitasnya menyebarakan ajaran Ahlulbait as dan kami memohon kepada Allah untuk meninggikan derajat untuknya."

Sekretaris Jenderal Forum Internasional Ahlulbait as tersebut lebih lanjut menyatakan bahwa Forum Internasional Ahlulbait as dalam acara tahunan Majelis Umum akan mengundang Sayyid Al-Wadrasi Al-Hassani untuk berpartisipasi dalam pertemuan tersebut. 

Dalam pertemuan tersebut, Sayid Mohammad Abdul Salam Al-Wadrasi juga menyatakan, "Saya berasal dari Maroko. Dengan rahmat Allah dan melalui studi dan penelitian yang mendalam dan bertahun-tahun, saya tertarik pada ajaran Ahlulbait as, dan saya telah mendakwahkan ajaran Ahlulbait as selama bertahun-tahun di Belgia dan di Brussel."

Ulama Syiah Belgia ini menambahkan, "Saya memiliki tulisan yang memperkenalkan legitimasi dan keutamaan Ahlulbait as berdasarkan ayat-ayat Al-Qur'an dan hadits dari sumber-sumber Ahlusunnah. Buku saya ini juga telah diterjemahkan ke dalam bahasa lain. Saya pernah ditanya, Mengapa Anda termasuk pengikut Ahlulbait as?. Sebagai tanggapan, saya berkata bahwa itu adalah perintah Nabi yang telah mewasiatkan dua perkara besar yaitu Al-Qur'an dan Ahlulbait as dan diminta untuk tetap berpegang teguh pada keduanya dan jangan dipisahkan satu sama lain."

Disebutkan bersama rombongan Sayid Mohammad Abdul Salam Al-Wadrasi juga ikut Mohammad Javad Demestani Bahrani dan Sayid Mohammad Al-Baqali.