9 Januari 2022 - 15:15
Alasan AS Memusuhi Republik Islam Iran

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar melakukan pertemuan virtual dengan masyarakat kota Qom bertepatan dengan peringatan Kebangkitan 19 Day 1356 Hijriyah Syamsiah (9 Januari 1978).

Menurut kantor berita Ahl al-Bayt (AS) - ABNA ,Ayatullah Sayid Ali Khamenei dalam pertemuan pada Minggu (9/1/2022) pagi, menjelaskan sejumlah masalah penting yang berhubungan dengan revolusi dan isu-isu lain.

Rahbar menganggap Republik Islam Iran sebagai perwujudan Islam dan kedaulatan umat Islam.

"Amerika Serikat sangat memusuhi Republik Islam, karena republik ini lahir dari agama dan manifestasi dari keyakinan agama bangsa," ujarnya mengacu pada orang-orang yang berkata bahwa slogan "Mampus Amerika" telah menjadi pemicu permusuhan abadi kekuatan arogan terhadap Republik Islam.

Menurut Ayatullah Khamenei, AS telah membuat banyak kesalahan perhitungan di hadapan Iran dan kesalahan ini masih berlanjut.

Selama era perang yang dipaksakan, AS berpikir bahwa dengan mendukung rezim diktator Saddam dan memaksakan perang, dapat membuat bangsa Iran bertekuk lutut.

Contoh lain dari kesalahan perhitungan lain AS adalah pembunuhan Jenderal Qasem Soleimani pada 3 Januari 2020 atas perintah langsung Presiden Donald Trump. Washington berpikir aksi teror ini akan menghentikan gerakan perlawanan.

Rahbar memandang pembunuhan Jenderal Soleimani sebagai contoh lain dari kesalahan perhitungan yang dilakukan AS.

"Para teroris ingin menghancurkan Hajj Qassem sebagai simbol gerakan besar yang diwakilinya, tetapi gerakan besar dan ekspresi kecintaan yang diperlihatkan oleh bangsa Iran dan masyarakat negara lain pada peringatan haul kedua Syahid Soleimani, menunjukkan bahwa perangkat kalkulasi AS benar-benar telah rusak dan cacat," jelasnya.

342/