Menurut kantor berita Ahl al-Bayt (AS) - ABNA , Khalil Abdulzaid Jalil, Sabtu (18/12/2021) seperti dikutip situs Irak, Al Sabaah mengatakan, drone ini bisa digunakan untuk pengintaian, dan pengawasan jalur pengiriman minyak serta energi, menara listrik, dan wilayah perbatasan.
Ia menegaskan, dimulainya produksi drone ini merupakan langkah penting dalam kemandirian dan kemampuan nasional di industri militer, selain juga menghemat biaya impor drone pengintai dan militer.
Menurut Jalil, drone ini dibuat atas kerja sama dan bantuan teknis serta pakar militer-keamanan dalam negeri Irak, dan dengan menambahkan beberapa komponen pada drone ini, ia bisa diubah menjadi drone tempur.
"Produksi massal drone ini akan segera dilakukan dengan tujuan komersil, dan untuk diserahkan ke instansi serta organisasi militer-keamanan Irak," pungkasnya. (HS)
342/