20 November 2021 - 11:47
Motif Sanksi Baru AS terhadap Iran

Kementerian Keuangan AS baru-baru ini mengumumkan daftar nama beberapa individu dan perusahaan Iran dalam daftar sanksi AS yang dianggap mengganggu pemilu di negaranya.

Menurut kantor berita Ahl al-Bayt (AS) - ABNA , Kementerian Keuangan AS menempatkan nama enam orang Iran dan satu lembaga dalam daftar sanksi dengan dalih "upaya untuk mempengaruhi pemilihan presiden AS 2020".

Kemenkeu AS dalam sebuah pernyataan hari Kamis (18/11/2021) mengatakan, "Amerika Serikat telah mengidentifikasi penyusupan dunia maya oleh aktor yang disponsori pemerintah Iran, termasuk yang dilakukan para aktivis media Iran. Para aktivis berusaha memecah-belah dan merusak kepercayaan pemilih dalam proses pemiu AS. Mereka juga memposting informasi palsu di media sosial dan membuat email ancaman dan video palsu,".

Langkah sanksi baru Washington terhadap Tehran datang ketika pemerintahan Biden terus mendorong tekanan maksimum terhadap Iran yang bertentangan dengan janji sebelumnya untuk mengubah pendekatannya terhadap Iran.

Dalam hal ini, Juru Bicara Gedung Putih Jen Psaki menyinggung beberapa laporan tentang kemungkinan pemerintahan Biden mencoba mencapai kesepakatan sementara dengan Iran, dan mengatakan bahwa pendekatan sanksi AS terhadap Iran tidak berubah.

Isu lain yang menarik perhatian di bidang sanksi terhadap enam orang dan institusi Iran dengan dalih campur tangan dalam pemilu AS yang menunjukkan bahwa pendekatannya terhadap Tehran tidak berubah, dengan menuduh negara-negara saingan atau oposisinya ikut campur dalam pemilihan AS.

Sementara itu, Washington sendiri memiliki sejarah yang sangat panjang dalam mencampuri urusan negara lain, termasuk campur tangan langsung dan tidak langsung dalam pemilu, berbagai tindakan subversif, terutama peluncuran revolusi  dan kudeta.

342/