Menurut Kantor Berita ABNA, Sekretaris Jenderal Forum Internasional Ahlulbait as Ayatullah Reza Ramezani dalam lawatannya ke Lebanon, turut bertemu dengan ulama Syiah di wilayah Jbeil di Lebanon utara.
Dalam pertemuan tersebut, tokoh-tokoh Syiah seperti Syaikh Muhammad Amr, perwakilan Hizbullah di wilayah Jbeil, Syaikh Al-Itawi, imam salat Jumat wilayah Jabil, Syaikh Ashraf Amhaz ulama yang bertanggung jawab atas sebagian wilayah utara dari Jbeil, Syaikh Reza Ahmad yang bertanggung jawab atas wilayah utara Jabil, Syaikh Maher Qabalan, Ali Miqdad dan Hassan Miqdad, yang bertanggung jawab atas urusan kota di wilayah Jbeil Lebanon.
Syaikh Muhammad Amr, perwakilan Hizbullah di wilayah Jbeil dalam pertemuan tersebut mengatakan pada awal pertemuan tentang situasi di wilayah tersebut. Ia berkata, "Sekitar 50.000 warga muslim Syiah tinggal di wilayah Jbeil dan memiliki properti tempat tinggal pribadi. Banyak warga Syiah yang memiliki properti di sini namun menetap di kota-kota lain. Daerah Syiah di Jbeil dikepung oleh warga Kristen Maronit yang tinggal di daerah tersebut. Ada banyak upaya dari pihak Maronit untuk mengambil paksa tanah-tanah milik Syiah. Namun keberadaan Hizbullah dan perlawanan Syiah di Jbeil, Syiah di daerah ini masih tetap eksis. Namun dalam kondisi terkepung, warga Syiah di wilayah Jbeil tidak menemukan solusi untuk kegiatan ilmiah dan pendidikan anak-anak. Karena itu mereka membutuhkan dukungan terutama terkait nasib pendidikan generasi muda Syiah di wilayah tersebut."

Lebih lanjut Syaikh Muhammad Amir berkata, "Terdapat 13 ulama Syiah hadir di wilayah Jbeil dan karena keberadaan mereka di wilayah ini, diperlukan sebuah hauzah ilmiah untuk mereka melakukan pendidikan dan pengajaran maarif Islam lebih tersistematis.. Wilayah Jbeil adalah wilayah pegunungan yang penuh dengan taman, wilayah Jbeil adalah wilayah yang mahal dan tuan tanah tidak menjual tanah mereka di wilayah ini, tetapi bagaimanapun kami membeli tanah seribu meter untuk membangun sebuah lembaga pendidikan Islam."
Ayatullah Ramezani, dalam pertemuan tersebut, mengucapkan terima kasih kepada tuan rumah Syaikh Mohammad Amr dan Syaikh Al-Itawi dari delegasi Forum Internasional Ahlulbait as. Ia mengatakan, "Kami mendapat informasi, bahwa di wilayah Jbeil sudah cukup banyak masjid, karena itu kita harus membentengi masjid-masjid tersebut. Menurut Imam Khomeini. Ketika Nabi Muhammad saw memasuki Madinah, ia mendirikan tiga prinsip yaitu masjid, persaudaraan dan kesamaan hukum."
Ayatullah Ramezani melanjutkan, "Sangat menarik bagi saya bahwa wilayah Jbeil diduduki oleh orang-orang Kristen. Salah satu senjata terpenting adalah berdialog dengan mereka, kita perlu mendapatkan pelatihan-pelatihan khusus dan mendapatkan informasi bagaiman membangun relasi dan berdialog dengan penganut Kristiani. Lebanon adalah negara terbuka dan kebebasan, dan kita harus menggunakan kapasitas ini dan memperkuat arena dialog."
Sekretaris Jenderal Forum Internasional Ahlulbait as menambahkan, "Lebih dari empat dekade telah berlalu sejak kemenangan Revolusi Islam Iran dan alhamdulillah perlawanan yang kita saksikan di Lebanon terinspirasi oleh kemenangan revolusi Islam di Iran. Revolusi Islam Iran dtelah merayakan ulang tahun keempat puluh perlawanan. Mari kita ambil semangat dan pelajaran di dalamnya. Kita perlu menjelaskan kepada dunnia bahwa dengan dukungan Hizbullah dan kelompok-kelompok muqawamah, kita akan kuat dan akan tetap kuat, dan dengan kekuatan inilah kita dapat melanjutkan dialog. Kita harus menjelaskan kepada orang-orang Maronit bahwa kekuatan dan daya tahan mereka berasal dari gerakan muqawamah yang mendukung mereka. Perlu mereka ketahui bahwa kelompok-kelompok gerakan muqawamah itu mendukung mereka seperti halnya mendukung kaum Syiah."