Menurut kantor berita Ahl al-Bayt (AS) - ABNA , Hal itu ditekankan oleh menlu Iran dalam pertemuannya dengan para pejabat Suriah di Damaskus, Sabtu (9/10/2021). Sebelum ini Amir-Abdollahian telah berkunjung ke Rusia dan Lebanon.
Salah satu prioritas pemerintahan baru Iran di bidang diplomasi adalah memperkuat hubungan dengan negara-negara kawasan dengan berpijak pada penguatan stabilitas dan keamanan kolektif, mengembangkan hubungan ekonomi bilateral dan multilateral, dan mendorong negara-negara regional terlibat dalam menyelesaikan masalah di kawasan tanpa mengundang pihak asing.
Strategi ini telah mengubah perimbangan keamanan dan militer untuk kepentingan negara-negara di kawasan. Kegagalan konspirasi Amerika-Israel dan beberapa sekutu regional mereka di Suriah dan Irak – yang dirancang untuk membagi ulang wilayah – merupakan salah satu hasil penting dari strategi tersebut.
Perubahan ini juga terlihat dari perkembangan politik di Asia Barat, termasuk yang terbaru penarikan memalukan pasukan AS dari Afghanistan.
Dalam pertemuan dengan menlu Iran di Damaskus, Presiden Suriah Bashar al-Assad menganggap penarikan AS dari Afghanistan sebagai sinyal munculnya poros baru dan kelemahan kubu Barat.
“Negara-negara regional dan tetangga Afghanistan tahu bahwa AS tidak bertanggung jawab atas tindakan dan kebijakannya di Afghanistan. Republik Islam Iran punya kapasitas ini dan harus membuka pembicaraan dengan para tetangganya dan negara berpengaruh sehingga perubahan di Afghanistan berjalan sukses,” tambahnya.
342/