Menurut kantor berita Ahl al-Bayt (AS) - ABNA , Situs Jerusalem Post, Rabu (29/9/2021) malam menulis, serangan PM Israel Naftali Bennett atas Iran dalam pidatonya di Sidang Umum PBB ke-76 menunjukkan kekhawatiran strategis Israel terhadap Republik Islam, bersamaan dengan semakin cepatnya program nuklir negara ini.
Menurut Jerusalem Post, pidato Naftali Bennett di Sidang Umum PBB ke-76 justru menunjukkan kelemahan PM Israel itu.
“PM Israel hampir putus asa menyeru Amerika Serikat, dan sekutu-sekutu Eropanya untuk mempertegas sikap mereka terhadap Iran, dan mengambil tindakan yang lebih drastis untuk menghentikan program nuklir Tehran yang berlangsung cepat,” imbuhnya.
J Post menambahkan, “Keputusasaan Bennett lahir dari kenyataan bahwa Israel, setidaknya untuk saat ini, tidak memiliki opsi militer yang efisien, bisa diandalkan dan konvensional, guna menghentikan ambisi nuklir Iran sebelum negara ini sukses mencapainya.” (HS)
342/