3 September 2021 - 17:34
Ulama Besar Najaf Ayatullah Hakim Tutup Usia

Ayatullah al-Uzhma Sayid Muhammad Saeed Hakim, salah seorang ulama marja taklid Syiah dikabarkan meninggal dunia dalam usia 86 tahun di kota Najaf, Irak pada Jumat (3/9).

Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah al-Uzhma Sayid Muhammad Saeed Hakim, salah seorang ulama marja taklid Syiah dikabarkan meninggal dunia dalam usia 86 tahun di kota Najaf, Irak pada Jumat (3/9). 

Disebutkan ulama besar Irak ini terkena serangan jantung dan sempat mendapat perawatan medis di Rumah Sakit al-Hayat di Najaf namun tidak berhasil diselamatkan. 

Ayatullah al-Uzhma Sayid Saeed Hakim adalah salah satu dari empat ulama marja taklid di Hauzah Najaf. Ia adalah cucu dari Ayatullah al-Uzhma Sayid Mohsen Hakim, ulama marja besar Syiah di abad 14 H. 

Ayatullah al-Uzhma Sayid Saeed Hakim lahir pada tahun 1314 H di kota Najaf Ashraf. Ayahnya adalah Ayatullah Sayid Mohammad Ali Tabatabai Hakim dan ibunya adalah putri sulung  Ayatullah Haj Sayyid Mohsen Hakim.

Ketika mencapai usia 10 tahun, ia telah mendapatkan pendidikan dasar Islam langsung dari bimbingan ayahnya, dan kemudian melanjutkan pendidikannya ke tingkat lanjut dan menyelesaikan pendidikan tingkat tinggi di Hauzah Ilmiah Najaf atas bimbingan ulama-ulama besar saat itu. 

Sayid Hakim dengan kejeniusan, ketekunan dan semangat yang besar ia melawati tahapan-tahapan pendidikannya dalam waktu yang singkat. Di usia yang masih terbilang muda ia telah menimba ilmu tingkat tinggi dari ulama besar seperti,  Almarhum Ayatullah Sayyid Mohsen Hakim dan Almarhum Ayatullah Haji Syaikh Hussein Halli dan Almarhum Ayatullah Khui. Karenanya, diusia muda ia telah mengajar fikih, ushul dan akhlak di Najaf. 

Setelah mencapai posisi mujtahid. Ia tidak hanya mengajar namun juga aktif melakukan kegiatan politik dan merupakan aktivis anti thagut di era rezim Saddam Husein. Karena kerap melakukan protes keras dalam ceramah-ceramahnya, ia ditangkap dan dipenjara selama 8 tahun oleh rezim Saddam. Alasan lain dari penahanannya, adalah usahanya untuk menghidupkan kembali budaya pawai Arbain di Irak. 

Setelah Ayatullah al-Uzhma Sayid Abul Qasem al-Khui meninggal dunia pada tahun 1371 H, Sayid Hakim pun mencapai posisi ulama marja taklid. Sebagai ulama marja, ia tidak membatasi otoritasnya di Irak namun juga mendirikan kantor-kantor cabang di beberapa negara seperti di Najad, Qom, Damaskus dan Beirut untuk memperluas aktivitasnya dalam membantu umat Islam, baik dalam bidang pendidikan maupun sosial. 

Almarhum telah meninggalkan lebih dari 24 judul kitab yang diterbitkan dalam berbagai tema seperti fikih kontemporer dan beberapa isu sosial. Karyanya telah diterjemahkan dalam beberapa bahasa asing. 

Ucapan belasungkawa telah diucapkan kepada keluarga, murid-murid, hauzah ilmiah, pemerintah dan rakyat Irak atas wafatnya ulama besar ini, termasuk dari Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Uzhma Sayid Ali Khamanei dan Forum Internasional Ahlulbait as.