Menurut Kantor Berita ABNA, Dikutip dari laman Farsnews, Sabtu 31 Juli 2021, rudal hipersonik itu berhasil terpisah dari pesawat pengebom B-52H, tetapi mesin roket tidak menyala.
Angkatan Udara AS melakukan uji coba pada 28 Juli lalu di atas Samudra Pasifik di selatan California. Tes pertama dilakukan pada April lalu, yang menunjukkan rudal AGM-183A tidak terlepas dari sayap pesawat B-52H.
Angkatan Udara AS mengatakan bahwa peluncuran yang gagal masih memberikan data uji yang berharga untuk melanjutkan proyek tersebut.
Saat ini, AS sedang terlibat perlombaan senjata hipersonik dengan Cina dan Rusia. Dalam beberapa bulan terakhir, AS mencatat beberapa kali kegagalan dalam program uji coba rudal, termasuk rudal balistik Minuteman III. (RM)
342/