Menurut Kantor Berita ABNA, Hossein Amir Abdollahian, Sabtu (12/9) mengatakan, rekonsiliasi rezim Bahrain dengan Israel adalah pengkhianatan besar terhadap cita-cita Islam, dan bangsa Palestina dalam membebaskan Al Quds.
Ia menambahkan, para penguasa Uni Emirat Arab dan Bahrain jangan menjadi pihak yang memuluskan proyek-proyek Zionis di kawasan, dan harus memikirkan hari-hari sulit, serta belajar dari sejarah.
Abdollahian menegaskan, besok sudah terlambat, tali penyelamat Amerika Serikat sejak lama sudah usang.
Presiden Amerika Donald Trump, Jumat (11/9) malam mengumumkan, Bahrain dan Israel mencapai kesepakatan untuk menormalisasi hubungan. (HS)
342/