Menurut Kantor Berita ABNA, Seperti dilaporkan FNA, Abdullah bin Amir Senin (13/7/2020) malam saat diwawancarai televisi al-Masirah seraya mengumumkan berita ini menyatakan, Sanaa dalam waktu dekat akan memamerkan rudal ini.
Mayjen. Jalal al-Rowaishan, deputi pertahanan dan keamanan perdana menteri pemerintah penyelamatan nasional Yaman Senin malam juga menegaskan dilanjutkannya pengembangan kemampuan rudal dan drone militer serta pasukan relawan rakyat Yaman. Seraya memperingatkan Koalisi Arab pimpinan Saudi, ia mengatakan, jelajah rudal dan drone militer Yaman akan meningkat di mana musuh akan terkejut.
Kepada televisi al-Mayadeen, Jalal al-Rowaishan mengisyaratkan operasi sukses Senin dini hari militer Yaman terhadap pusat-pusat militer Saudi dan menambahkan, di operasi ini pangkalan dan instalasi militer Saudi menjadi target.
Ia mengingatkan, di operasi ini koalisi Saudi mengalami kerugian materi besar dan juga korban jiwa.
Unit rudal dan drone militer Yaman Senin dini hari saat membalas agresi dan kejahatan koalisi saudi di Yaman menarget sejumlah pos militer di wilayah Khamis Mushait dan Abha di selatan Arab Saudi.
Kekuatan pertahanan militer dan pasukan relawan rakyat Yaman terus meningkat meski negara ini diblokade total Arab Saudi.
Arab Saudi dengan dukungan AS, Uni Emirat Arab dan sejumlah negara lain melancarkan agresi militer ke Yaman sejak Maret 2015 dan memblokade negara ini dari darat, udara dan laut.
Perang yang dikobarkan Arab Saudi dan sekutunya di Yaman sampai saat ini telah menewaskan lebih dari 16 ribu orang, melukai puluhan ribu lainnya dan memaksa jutaan warga Yaman mengungsi.
Agresi militer Arab Saudi ke negara Arab miskin ini juga membuat Yaman mengalami kekurangan makanan dan obat-obatan.
Arab Saudi dan sekutunya sampai saat ini gagal meraih ambisinya di Yaman karena perlawanan rakyat negara ini. (MF)
342/