Menurut Kantor Berita ABNA, pejabat Pentagon mengatakan bahwa pihaknya hingga 2 tahun ke depan, akan terus tergantung pada kontraktor Turki dalam memproduksi suku cadang asli jet tempur mahal F-35.
Situs berita Bloomberg menulis, ketergantungan Amerika ini meliputi suku cadang mulai dari badan pesawat hingga 139 suku cadang motor mesin jet, dan kondisi ini akan berlanjut hingga tahun 2022.
Menurut Bloomberg, ini adalah reaksi pertama Pentagon terkait berlanjutnya partisipasi Turki dalam produksi jet tempur F-35, dan merupakan indikasi melunaknya retorika pemerintah Presiden Donald Trump.
Sebelumnya Gedung Putih berjanji akan mengeluarkan Turki dari program pembuatan jet tempur F-35 hingga Maret 2020, karena membeli sistem rudal S-400 Rusia.
Pada 17 Juli 2019, Amerika mengumumkan F-35 tidak bisa menjadi alat pengumpulan informasi oleh Rusia untuk mengetahui kemampuan jet tempur ini.
Bloomberg menambahkan, Turki rencananya akan membeli 100 unit jet tempur F-35, dan menjadi salah satu dari empat konsumen asing jet tempur canggih ini. (HS)
342/