Ketika sebuah masyarakat yang sebelumnya hidup di tengah perjuangan tiba-tiba berlindung dalam kenyamanan, apakah yang pertama kali dikorbankan? Sayyidah Fatimah az-Zahra Sa dalam Khutbah Fadak menyoroti tepat pada saat seperti ini: Kalian telah memilih kenyamanan dan meninggalkan kesempitan perjuangan menuju kehidupan yang lapang. Gambaran mengenai pertentangan ini bukan sekadar pembahasan sejarah, melainkan cermin bagi pilihan kita hari ini: kenyamanan atau tanggung jawab?
Tidak ada satu pun komunitas atau kelompok masyarakat Syiah di dunia, khususnya mereka yang hidup sebagai minoritas, yang seharusnya merasa ditinggalkan. Terlebih lagi, ketika jutaan pendukung dan pencinta Ahlulbait As di seluruh dunia memiliki keinginan besar untuk membantu mereka.
Lima puluh tahun kehidupan jihad Syahid Sayid Hassan Nasrallah tidak sekadar meninggalkan riwayat perjuangan, tetapi juga sebuah pola kehidupan jihad dengan perspektif peradaban. Menurut ungkapan Pemimpin Syahid Revolusi Islam, berbagai dimensinya dapat ditelusuri dalam apa yang disebut sebagai “Mazhab Nasrallah”.