Suasana Penutupan Konferensi Persatuan Islam ke-32 di Tehran

29 November 2018 - 15:55

Menurut Kantor Berita ABNA, Republik Islam Iran menjadi tuan rumah Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-32 yang diselenggarakan selama tiga hari di Tehran. Konferensi ini dimulai pada hari Sabtu, 24 November 2018. Lebih dari 350 tokoh, cendekiawan dan ulama dari 100 negara dunia termasuk dari Indonesia menghadiri konferensi yang mengusung tema "al-Quds, Poros Persatuan Umat" ini.

Di antara tokoh-tokoh dan cendekiawan Indonesia yang hadir dalam konferensi tersebut adalah Gus Nuril (KH. Nuril Arifin) dari Nahdatul Ulama, Haidar Alwi dan Prof. Dr. Dicky Sofjan dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Prof. Dicky juga merupakan anggota Association of Asian Studies (AAS) dan British Association of Islamic Studies (BRAIS) serta anggota Asia Public Intellectuals (API).

Para ulama dan cendekiawan itu berkumpul dalam rangka mencari solusi atas berbagai persoalan yang sedang dihadapi oleh Dunia Islam. Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-32 yang diprakarsai oleh Iran ini mempunyai posisi yang lebih penting dari periode-periode sebelumnya. Hal ini mengingat adanya situasi yang sangat sensitif dan persoalan besar yang sedang dihadapi oleh Dunia Islam.

Konferensi Internasional Persatuan Islam juga menjadi kegiatan tahunan di Republik Islam Iran untuk menandai Pekan Persatuan Islam. Iran menetapkan rentang waktu antara 12-17 Rabiul Awal sebagai Pekan Persatuan Islam dan menjadikannya sebagai momentum untuk mempererat persatuan di tengah Kaum Muslimin.