Pameran dan festival makanan yang melibatkan 60 negara tersebut berlangsung selama tiga hari dari Kamis (15/9) sampai Sabtu (17/9) dibuka oleh Kepala Direktorat Jenderal Warisan, Kerajinan Tangan dan Pariwisata Provinsi Qom, Isa Rezai.
Menurut Kantor Berita ABNA, tiga mahasiswi Universitas Internasional al-Mustafa Qom asal Indonesia turut berpartisipasi dalam pagelaran Ethnic dan Nation Food Festival yang pertama kalinya terselenggara di Qom Republik Islam Iran pada hari kedua Jumat (16/9).
Pameran dan festival makanan yang melibatkan 60 negara tersebut berlangsung selama tiga hari dari Kamis (15/9) sampai Sabtu (17/9) dibuka oleh Kepala Direktorat Jenderal Warisan, Kerajinan Tangan dan Pariwisata Provinsi Qom, Isa Rezai.
Isa Rezai dalam jumpa pers memberi keterangan dengan mengatakan, "Pameran dan festival makanan yang melibatkan perwakilan 60 negara ini bermaksud untuk memperkenalkan sekaligus mempromosikan makanan-makanan asing dari negara-negara sahabat kepada masyarakat Iran yang dengan itu diharap hubungan persahabatan dan kedekatan antar negara bisa jauh lebih erat terjalin."
"Selain itu melalui pagelaran acara seperti ini diharap mampu menumbuhkan minat dan kecintaan pada masyarakat setempat pada makanan-makanan tradisional serta makanan rumahan yang bisa diolah lebih higienis dan hemat." Tambahnya.
Tiga mahasiswi Indonesia Nurmin Sudding, Haryati dan Kasmawati pada stand Indonesia memamerkan sejumlah makanan khas dan tradisional Indonesia seperti nasi tumpeng, ikan goreng saus asam manis, mie goreng, ayam serundeng, oseng-oseng, telur balado, acar, bihun dan perkedel kentang. Sementara untuk penganannya dipromosikan onde-onde (klepon), pastel, kue lumpur labu, risoles, panada, puding dan es buah.
Pameran yang dibuka dari pukul 18.00 sore sampai 23.00 malam tersebut berlokasi di Bustan Alawi Qom dan mendapat sambutan ribuan pengunjung. Stand Indonesia termasuk diantara stand yang ramai didatangi pengunjung pameran.